DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 19:15 WIB

Indahnya Toleransi, Halal Bihalal Lintas Agama di Lereng Merbabu

Eko Susanto - detikNews
Indahnya Toleransi, Halal Bihalal Lintas Agama di Lereng Merbabu Halal bihalal umat lintas agama di lereng Gunung Merapi. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Warga Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menggelar halal bihalal lintas agama. Halal bihalal dilangsungkan tiap tahun diikuti semua warga dan umat beragama yang ada di kampung tersebut.

Sekadar diketahui Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan ini berada di ketinggian 1.650 mdpl. Dusun ini berada di lereng Gunung Merbabu yang masyarakatnya majemuk.

Adapun warga masyarakatnya mayoritas beragama Buddha atau mencapai sekitar 50 persen, sedangkan umat muslim 30 persen dan 20 persen nasrani. Namun demikian perihal toleransi di kampung ini patut dicontoh. Salah satunya dilangsungkan halal bihalal lintas agama.

Kepala Dusun Thekelan, Supriyo mengatakan, halal bihalal digelar setiap tahun yang diikuti seluruh warga masyarakat.

"Ini halal bihalal lintas agama, semua warga masyarakat datang. Kami juga mengundang tokoh-tokoh agama dari Buddha dan Nasrani. Untuk umat nonmuslim datangnya lebih awal," kata Supriyo di sela-sela halal bihalal, Rabu (20/6/2018).

Suasana halal bihalal yang diikuti umat lintas agama di lereng Gunung Merapi. Suasana halal bihalal yang diikuti umat lintas agama di lereng Gunung Merapi. Foto: Eko Susanto/detikcom

Dalam halal bihalal tersebut mendatangkan penceramah Fauzi Arkan yang juga dosen IAIN Salatiga.

Toleransi antarumat beragama benar-benar diterapkan di Dusun Thekelan. Termasuk saat Lebaran kemarin, umat Buddha dan Nasrasi mendatangi umat Islam yang usai menjalankan Salat Id di masjid untuk menyampaikan ucapan selamat Lebaran.

"Kalau pas Lebaran, kami umat muslim yang berdiri berjajar di pinggir jalan depan masjid, kemudian umat nonmuslim menyalami menyampaikan selamat Lebaran," ujarnya.

Salah seorang warga, Bento Abhi Dhamma mengatakan, dalam halal bihalal tersebut, umat Buddha datang dengan memakai baju warna putih dan bawahan warna hitam.

"Kami yang beragama Buddha datang di halal bihalal memakai baju warna putih dan bawahaan hitam. Terus untuk yang Nasrani kebanyakan datang dengan memakai baju batik," tuturnya.

Warga lainnya, Yoas Cahyono menambahkan, umat nasrani tiap tahun juga hadir dalam acara halal bihalal.

"Kami tiap tahun mengikuti acara tersebut," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed