DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 17:32 WIB

Lava Tour Makan Korban, Ini Kata Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi

Ristu Hanafi - detikNews
Lava Tour Makan Korban, Ini Kata Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Jip lava tour mengangkut penumpang sebelum operasionalnya disetop hari ini. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Kabupaten Sleman angkat bicara terkait peristiwa kecelakaan jip lava tour yang memakan korban satu tewas dan empat orang luka-luka. Seperti apa tanggapan AJWLM?

"Kami sayangkan masih ada kecelakaan, padahal kami selalu mengimbau dan menekankan agar selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan. Bahkan kami tegur jika ada pelayanan yang buruk kepada wisatawan," kata Ketua AJWLM sisi barat, Dardiri saat dihubungi wartawan, Rabu (20/6/2018).

Dardiri menyebutkan bahwa pengecekan armada merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap komunitas. Tanggung jawab pengawasan berada di tangan ketua komunitas masing-masing.

"Untuk pengecekan kendaraan sifatnya wajib oleh setiap ketua komunitas. Di sini peran ketua untuk mengawasi armadanya, sebelum beroperasi setiap pagi wajib dicek armadanya. Jangan sampai rusak saat beroperasi, bahaya untuk wisatawan," jelasnya.


Ditambahkannya, AJWLM rutin menggelar pertemuan dengan ketua komunitas pemilik jasa jip wisata lava tour. Tujuannya untuk membahas dan mengevaluasi pelayanan kepada wisatawan.


Dardiri juga mengakui pihaknya kerap menerima teguran dari Pemkab Sleman agar mengutamakan keselamatan saat beroperasional. Terutama setelah terjadi kecelakaan jip wisata pada Januari kemarin yang juga memakan korban.

"Setelah itu ada kewajiban perlengkapan keamanan penumpang, seperti memakai helm dan rute yang aman," imbuhnya.


Sementara terkait peristiwa kecelakaan kemarin, Dardiri menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke polisi.

"Penumpang sudah menggunakan helm sejak awal rute. Administrasi surat lengkap baik surat kendaraan maupun SIM. Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan lagi pengurus dan sopir-sopirnya agar kejadian ini tidak terulang kembali," pungkasnya.



Tonton juga video 'Erupsi Gunung Merapi Sebabkan Hujan Abu di Boyolali':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed