DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 17:24 WIB

Kata Tetangga tentang Mbah Yam, Dukun Pijat Aborsi di Magelang

Pertiwi - detikNews
Kata Tetangga tentang Mbah Yam, Dukun Pijat Aborsi di Magelang Polisi menyelidiki sejumlah titik di sekitar rumah Yamini di Magelang. Foto: Pertiwi/detikcom
FOKUS BERITA: Dukun Aborsi di Magelang
Magelang - Polisi menangkap dukun pijat bayi, Yamini (70) karena terungkap menerima permintaan aborsi. Hingga hari ini, masih banyak calon pelanggan yang datang mencari Yamini.

"Hari ini sudah ada lebih dari dua orang yang datang untuk pijat tapi kecelik," ujar Canuk (30), salah seorang tetangga Yamini, Rabu (20/6/2018).

Menurut Canuk, Yamini yang dikenal dengan sebutan Mbah Yam ini memang terkenal sebagai tukang pijat. Kepiawaiannya dalam memijat juga terkenal hingga luar daerah.

"Selama ini Mbah Yam terkenalnya sebagai tukang pijat, tidak hanya pijat bayi tapi juga pijat capek, pijat pegal, dan lainnya," ungkap Canuk.

Kepala Desa Ngargoretno, Dodik Suseno juga membenarkan bahwa Yamini selama ini memiliki banyak pelanggan.

"Rata-rata dalam sehari pasiennya bisa sampai 10 orang," terangnya.

Menurutnya, sebagian besar pasien pijat mengaku cocok dan sembuh jika dipijat Yamini. Hal itu yang kemudian membuat banyak orang percaya untuk dipijat Yamini.


"Ongkosnya pun standar, antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu setiap kali pijat," kata Dodik.

Selama ini, Yamini tidak hanya menerima pasien yang datang ke rumahnya di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Namun, Yamini juga sering dipanggil ke rumah pelanggannya.


"Ya kebanyakan datang ke rumah, tapi kalau pasien sakit dan minta dipijat, kadang Mbah Yam yang datang. Kalau rumahnya dekat juga," jelas Dodik.

Dodik mengungkapkan, ibu Yamini dulu juga dikenal sebagai tukang pijat.

"Tapi ibunya hanya tukang pijat biasa tidak aborsi. Pijat bayi biasa, pijat orang sakit, kesleo seperti itu," kata Dodik.

"Mbah Yam itu bisa pijat sejak dari orangtua yang memang jadi dukun pijat bayi. Jadi itu keahlian keturunan dari ibunya. Di Desa Ngargoretno ada dukun bayi yang lain tapi paling laris dan banyak dicocokin ya Mbah Yam," ungkap Dodik.

Dodik mengaku baru tahu jika Yamini merupakan tukang pijat sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa. Dirinya pun paham jika setiap hari ada banyak pasien yang datang meminta pertolongan Yamini.


"Banyak yang sering minta tolong datang ke rumah Mbah Yam, ngundang juga bisa. Rata-rata sehari bisa 10 pasien atau lebih. Saya juga tahu Mbah Yam jadi dukun pijat ini setelah jadi Lurah, tahunya juga sudah ramai banyak pasien," ujarnya.

Menurut Dodik, selama ini masyarakat sudah terbiasa melihat pemandangan banyak orang datang ke rumah Mbah Yam. Tangisan anak kecil atau bayi di rumah tersebut juga sudah menjadi hal yang lumrah.

"Masyarakat sekitar itu lihat orang wira-wiri di rumah Mbah Yam sudah biasa, malam juga. Ada suara anak nangis di situ juga sudah biasa karena setiap hari memang ada yang pijat," ungkapnya.

Dodik mengaku kaget ketika Senin (18/6) malam dirinya dihubungi kepolisian yang memintanya ke rumah Yamini. Di sana, terlihat ada petugas Reskrim Polres Magelang yang ternyata hendak mengamankan Yamini.

"Saya kaget, kemudian tanya-tanya juga. Petugas kepolisian lalu menjelaskan bahwa ada kasus aborsi. Kami (desa) ya dimintai tolong untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam kasus ini, mulai penggalian lokasi, menyediakan tempat, perlengkapan dan lainnya," urai Dodik.

Atas temuan kasus tersebut, Dodik mengaku memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan dan peka terhadap lingkungan.

"Kalau ada hal yang mencurigakan agar saling memperingatkan," tandasnya.
(sip/sip)
FOKUS BERITA: Dukun Aborsi di Magelang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed