DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 13:25 WIB

Selain Rumdin Bupati, KPK Geledah Ruang Kepala BLP Purbalingga

Arbi Anugrah - detikNews
Selain Rumdin Bupati, KPK Geledah Ruang Kepala BLP Purbalingga Penjagaan ketat selama KPK geledah rumah dinas Bupati Purbalingga. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purbalingga - KPK hari ini menggeledah rumah dinas Bupati Purbalingga, Tasdi hari ini. Selain rumah dinas, KPK juga menggeledah ruang Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Purbalingga.

"Hari ini KPK mengadakan kegiatan lanjutan, ini ada dua (ruangan), satu di ruang Kepala BLP dan satu di rumah dinas bupati. Untuk ruang kerja bupati saya belum paham sudah (digeledah) atau belum, tadi ada dua tim (KPK) yang di sana," kata Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kebupaten Purbalingga, Suroto kepada wartawan di Purbalingga, Selasa (6/6/2018).

Dia mengatakan jika dirinya tidak paham berapa anggota penyidik KPK yang melakukan penggeledahan. Meskipun demikian pihaknya mempersilahkan kegiatan tersebut berlangsung karena hal tersebut merupakan kewenangan khusus dari KPK.


"Kita sebagai jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Purbalingga, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang dilaksanakan oleh KPK, kita persilakan mereka untuk melaksanakan kegiatan itu dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sebelumnya dari pantauan detikcom terdapat dua mobil Innova bernopol R 8487 TC dan R 9305 RH yang tengah berada di rumah dinas Bupati Purbalingga sekitar pukul 09.10 WIB. Mobil tersebut juga membawa empat orang petugas KPK dengan membawa koper dan dikawal oleh dua petugas kepolisian bersenjata laras panjang yang langsung berjaga di depan pintu gerbang.

Dengan masuknya penyidik KPK ke rumah dinas bupati, sejumlah ASN yang berada di dalam rumah dinas terlihat satu per satu keluar.

Sementara untuk barang bukti seperti mobil R 64 C masih terparkir di lapangan tenis di belakang rumah dinas bupati. Selain itu, ruangan kerja Bupati Purbalingga juga masih disegel oleh KPK.


Kemudian sekitar pukul 10.35 WIB, dua mobil Inova bernopol B 2107 TZK dan R 8805 SB membawa sekitar 4 orang langsung masuk dan bergerak menuju salah satu ruangan lain di lantai dua yang berada di kompleks Pemkab tersebut.

Diberitakan sebelumnya Tasdi telah menjadi tersangka karena diduga menerima Rp 100 juta sebagai bagian dari commitment fee sebesar Rp 500 juta atau 2,5 persen dari nilai proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap kedua. Suap itu diterima dari kontraktor Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan sebagai penggarap proyek.


Tasdi memerintahkan Kepala ULP Pemkab Purbalingga Hadi Kiswanto untuk membantu Hamdani lolos dalam tender. Selain Islamic Center tahap kedua, KPK mengungkap kontraktor tersebut juga menggarap sejumlah proyek lain, seperti pembangunan gedung DPRD Purbalingga dan Islamic Center tahap pertama.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed