Waisak, Api Abadi dan Air Suci Disemayamkan di Candi Mendut

Pertiwi - detikNews
Senin, 28 Mei 2018 21:39 WIB
Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Umat Buddha melakukan prosesi penyemayaman air suci di kompleks Candi Mendut, Senin (28/5/2018). Air-air tersebut sebelumnya diambil dari mata air Umbul Jumprit di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

"Air suci dan api abadi merupakan sarana puja bakti Waisak. Api melambangkan penerang, air melambangkan kesuburan, keberkahan," jelas Pelaksana Harian Walubi, Bhante Pabhakaro, di sela penyemayaman air suci di Candi Mendut.

Dia menyebutkan, air suci akan dijadikan satu dengan api abadi yang telah lebih dulu diambil dari Mrapen, Grobogan, Minggu (27/5/2018) kemarin. Keduanya kemudian disemayamkan di Candi Mendut sebelum diarak menuju Candi Borobudur pada Selasa (29/5/2018) besok.
PindapataPindapata Foto: Pertiwi/detikcom

Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018, diawali dengan bakti sosial pengobatan gratis yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Mei 2018 di Taman Lumbini, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyemayaman api abadi (27/5/2018), pindapata (28/5/2018) dan penyemayaman air suci (28/5/2018) di Candi Mendut.

Prosesi kirab menuju Candi Borobudur akan berlangsung Selasa (29/5/2018) siang. Dilanjutkan detik-detik Waisak Selasa malam pukul 21.19.13 WIB. Puncak perayaan Waisak ditutup dengan pelepasan lampion oleh umat Buddha dan masyarakat.

Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya mengatakan, peringatan Tri Suci Waisak 2562BE/2018 mengambil tema "Transformasi Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni" dan sub tema "Marilah Kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego".

"Hari Trisuci Waisak sendiri merupakan peringatan tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha. Yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, dan wafat Buddha Gautama," terang Hartati.




Tonton juga video perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama:

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgk)