DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 11:56 WIB

Di Masjid At-Taqwa Semarang, Ada Alquran Tulisan Tangan

Eko Susanto - detikNews
Di Masjid At-Taqwa Semarang, Ada Alquran Tulisan Tangan Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Masjid At-Taqwa Gogodalem, Bringin, merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Semarang. Selain peninggalan bangunan masjid, ada juga kitab suci alquran tulisan tangan dengan sampul dari kulit yang dikenal dengan Alquran Blawong.

Sekilas terlihat dari luar, bangunan masjid terutama serambi terlihat telah modern. Namun saat memasuki masjid akan menemukan keaslian bangunan masjid ini.

Bangunan masjid yang merupakan joglo dengan empat tiang penyangga atau soko guru tersebut menggunakan kayu jati. Kemudian, umpak tersebut masih menggunakan kayu. Sedangkan di dalam masjid terdapat tangga menuju atas bangunan joglo yang dulunya digunakan untuk adzan.

Masyarakat setempat mengetahui cerita perihal masjid tersebut secara turun temurun. Hal ini mengingat tidak ada dokumen maupun data serta tulisan yang ada di masjid tersebut. Namun sejauh ini, warga setempat mempercayai masjid dibangun masa Sunan Kalijaga.
Alquran BlawongAlquran Blawong Foto: Eko Susanto/detikcom

Di masjid ini terdapat Alquran yang biasa disebut Alquran Blawong. Alquran ini merupakan tulisan tangan yang dibaca setahun sekali tiap 20 Sya'ban. Pembacaan Alquran Blawong ini pun dilakukan bersamaan dengan Haul Nitinegoro.

"Alquran Blawong ini lebih tebal dan sampul dari kulit. Dibaca setiap tanggal 20 Sya'ban," kata Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Samudi yang juga Kepala Dusun Kauman.

Sementara itu Imam Masjid At-Taqwa, M. Ahsin menambahkan ada tiga aulia ditempat itu yakni Jamaludin dengan meninggalkan Alquran Blawong, Nitinegoro dan Marto Ngasono meninggalkan bangunan masjid. Keberadaan masjid ini tak lepas dari sosok Raden Bagus Mertowongo yang pernah bersingguhan dengan Sunan Kalijaga.

"Bangunan masjid ini masih asli dan sudah lama sekali berdirinya. Kalau ditanya tahunnya, kami nggak bisa menyebutkan," kata M. Ahsin.

Untuk dinding masjid lanjut dia, dulu dinding dari papan, kemudian dibuat tembok. Selanjutnya, papan dinding sekarang digunakan untuk eternit masjid. Kemudian kayu yang dipakai merupakan lonjoran-lonjoran atau batang utuh dan tidak ada sambungannya.

"Seperti blandar masjid ini lonjoran sebatang kayu tanpa sambungan dan tidak dipaku. Ini masih asli," katanya.
Semaan Alquran di masjid At-taqwaSemaan Alquran di masjid At-taqwa Foto: Eko Susanto/detikcom

Menurutnya peninggalan di masjid juga ada beduk berukuran besar. Beduk yang terbuat dari sebatang kayu yang dipotong menjadi tiga.

"Potongan kayu bagian bongkot (pangkal) berada di Pringapus, bagian tengah di masjid ini dan satu di Demak," ujar Ahsin.

Adapun kegiatan pada puasa Ramadan, kata dia, setelah salat dzuhur diadakan semaan Alquran yang diikuti para lansia. Kemudian, salat tarawih berjamaah maupun tadarus Alquran.

"Untuk semaan Alquran ini nanti khatamnya bersamaan dengan nuzulul quran," kata dia.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed