DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 10:02 WIB

Debat Publik Pilbup Magelang, Ada Kades Dukung Calon

Pertiwi - detikNews
Debat Publik Pilbup Magelang, Ada Kades Dukung Calon Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Debat publik putaran kedua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang Sabtu (27/5/2018) malam diwarnai dugaan pelanggaran dari kedua pasangan calon (paslon). Sedikitnya tiga orang oknum kepala desa yang terlibat aktif sebagai tim pendukung para calon.

"Berdasarkan pengawasan melekat yang kami lakukan, ditemukan tiga orang kepala desa yang terlibat aktif. Yakni Kepala Desa Tampingan Kecamatan Tegalrejo, Kepala Desa Kemiren Kecamatan Srumbung, dan Kepala Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan," jelas Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Magelang, M Habib Saleh, Minggu (27/5/2018).

Habib mengatakan, ketiga oknum kades tersebut telah teridentifikasi. Baik nama maupun bukti-bukti keterlibatan mereka selama debat publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang berlangsung.

"Saat ini kita sudah mengamankan foto dan video keterlibatan mereka. Secepatnya akan kita tindaklanjuti dengan klarifikasi kepada ketiganya," imbuh Habib.

Sebelum adanya temuan tersebut, kata Habib, pihaknya sebenarnya sudah lebih dulu melakukan upaya preventif terhadap kedua tim sukses paslon. Panwaskab telah meminta mereka untuk tidak melibatkan kades.

"Kita juga sampaikan ke yang bersangkutan (Kades) untuk tidak ikut debat, karena selama ini mereka memang terpantau aktif," ungkapnya.
Namun demikian, pada prakteknya, ketiga kades tersebut tetap ikut dan justru aktif dalam mendukung kedua paslon.

"Keaktifan mereka dibuktikan dengan teriakan-teriakan dan gerakan dukungan kepada masing-masing paslon," terangnya.

Menurut Habib, jika nantinya ketiga kades tersebut terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan sangsi sesuai dengan UU Nomor 10 tahun 2016, UU Nomor 6 tahun 2014, UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

"Sanksinya bisa berupa teguran lesan, teguran tertulis, dan bisa juga sampai ke pemberhentian. Sangsi tersebut nantinya akan diberikan oleh Bupati Magelang sebagai atasan mereka, kita memberikan rekomendasi," tandasnya.

Sementara itu, dalam debat publik yang berlangsung di Hotel Artos Mertoyudan tersebut, kedua paslon diminta memusatkan perhatian pada reformasi birokrasi dalam rangka mendorong pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang baik, serta komunikasi lebih intensif antara pemerintah dan masyarakat.

"Tujuan pelaksanaan debat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pemilihan bupati adalah soal adu program dan visi misi, bukan adu kekuatan dan adu uang," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed