DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 09:40 WIB

Tentang Erupsi Merapi dan Api Unggun yang Dipercaya Warga Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Tentang Erupsi Merapi dan Api Unggun yang Dipercaya Warga Boyolali Gunung Merapi dari Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali pagi ini. Foto: Dok Kadus Stabelan, Maryanto.
FOKUS BERITA: Gunung Merapi Meletus
Boyolali - Warga Boyolali membuat api unggun di depan rumah saat Gunung Merapi erupsi pagi dini hari tadi. Apa hubungan erupsi Merapi dengan api unggun?

Warga di Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali langsung keluar dari rumah masing-masing saat Merapi erupsi. Jarak dukuh ini sekitar 3 km dari puncak Merapi. Para warga langsung membuat api unggun di depan rumah masing-masing.

Menurut kepercayaan warga setempat, membuat api unggun di depan rumah saat Gunung Merapi meletus agar terhindar dari hujan abu atau bahaya lainnya.

"Sudah turun temurun (kepercayaan tersebut)," kata Kepala Dusun Stabelan, Maryanto saat dihubungi detikcom, Rabu (23/5/2018).


Maryanto mengatakan warga juga mendengar suara gemuruh dari Gunung Merapi tapi tak ada kepanikan.

"Terdengar (suara gemuruh) dan terlihat (asap membumbung tinggi)," kata Maryanto.

Menurut dia, dampak erupsi freatik pagi tadi tidak sampai membuat warga panik dan mengungsi. Suara gemuruh terdengar sekitar 2 sampai 3 menit saja.


"Alhamdulillah warga tidak panik lagi. Tidak (ada yang mengungsi) karena hanya terdengar (suara gemuruh) sebentar," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, situasi Dukuh Stabelan yang dihuni sekitar 128 KK dengan jumlah jiwa sekitar 300 orang itu saat ini aman dan kondusif. Warga di wilayah yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III itu sudah beraktivitas normal.
(sip/sip)
FOKUS BERITA: Gunung Merapi Meletus
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed