DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 16:49 WIB

Ki Manteb Sudharsono: Enthus Susmono Sudah Seperti Anak Saya

Imam Suripto - detikNews
Ki Manteb Sudharsono: Enthus Susmono Sudah Seperti Anak Saya Ki Enthus Susmono saat mendalang wayang golek (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal - Kematian Ki Enthus Susmono, dalang sekaligus bupati di Tegal, tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga. Sejumlah rekan dan kolega Enthus mengaku kehilangan atas kepergiannya.

Ki Manteb Sudharsono, dalang kenamaan asal Karanganyar, menyebut bahwa Enthus adalah dalang muda yang banyak belajar kepadanya. Bahkan dia sudah menganggap Enthus layaknya anaknya sendiri.

"Yang diikuti adalah jejak saya dan dia sampai ngomong, di Indonesia yang ditakuti cuma Pakdhe Manteb. Sama yang lain saya tidak takut," kenang Manteb saat melayat di rumah duka di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Tegal, Selasa 15/5/2018).


Manteb mengaku ada dua orang muda yang menjadi banyak diarahkannya semenjak awal merintis karir. Keduanya adalah Ki Joko Hadiwijoyo atau Joko Edan dari Semarang dan Ki Enthus Susmono dari Tegal. Kedua belajar bersama hingga menjadi dalang profesional.

"Setelah jadi (profesional) saya ngomong sama keduanya, 'Kamu Joko di daerah pantura dan Enthus di daerah selatan. Daerah Semarang ke barat dan timur itu bagiannya Joko dan Cilacap ke barat dan timur itu bagian Enthus'," lanjut Manteb.

Kenangan serupa juga diberikan oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sugeng Nugroho. Dia mengaku sangat kehilangan atas kepergian Enthus.


Studi magister Sugeng diselesaikan dengan tesis berjudul 'Studi Pertunjukan Wayang Kulit Enthus Susmono', yang merupakan hasil penelitian secara intensifnya pada tahun 2000-2002.
Ki Manteb Sudharsono: Enthus Susmono Sudah Seperti Anak SayaSugeng Nugroho (Foto: Muchus BR)

"Dia salah satu dalang muda yang kreatif. Banyak karya-karya inovasinya yang tanpa tanding. Karya-karya dia tidak hanya boneka wayang tapi juga pertunjukannya yang memang luar biasa," ungkap Sugeng Nugroho, saat takziah di rumah duka.

Menurutnya, banyak gebrakan yang disajikan dalam pakeliran gaya Enthus baik dalam wayang kulit, golek maupun wayang santri. Saat ini, kata Sugeng Nugroho, ada beberapa dalang muda yang mengikuti jejak Ki Enthus.

"Saya sangat suka gaya pertunjukannya. Dia memang berbeda dengan dalang-dalang tradisional dan memiliki gaya tersendiri," lanjut doktor seni pertunjukan tersebut.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed