detikNews
Selasa 08 Mei 2018, 11:54 WIB

KPK Bekali Antikorupsi Pada 23 Paslon Kepala Daerah di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
KPK Bekali Antikorupsi Pada 23 Paslon Kepala Daerah di Jateng KPK beri pembekalan pada 23 paslon kepala daerah di Jateng. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pembekalan terhadap 23 paslon kepada daerah di Jawa Tengah. KPK menegaskan agar kepala daerah menjadi panglima antikorupsi.

Hal itu diungkapkan Penasihat KPK, Muhamad Tsani Annafari saat membuka acara Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah se-Jawa Tengah tahun 2018 di hotel Quest Semarang.

Tsani menjelaskan, biaya pemilu sangatlah besar, sehingga ketika kepala daerah hasil pemilihan tertangkap karena kasus korupsi, maka negara rugi besar.

"Dana yang dikeluarkan untuk pemerintahan untuk pemilu ini sangat besar. Biaya untuk Pilgub Jateng Rp 900 miliar, dan Bupati Wali Kota Rp 1,3 triliun. Maka sangat rugi jika kepala daerah masuk penjara akibat ditangkap KPK karena korupsi. Negara rugi besar, masyarakat juga rugi," kata Tsani, Selasa (8/5/2018).

Ia menjelaskan, indeks angka korupsi di Indonesia berada di rangking 96 dari 180 negara di dunia dan korupsi terbesar ada di sektor politik yaitu kepala daerah. Oleh sebab itu kepala daerah harus jadi panglima anti korupsi, bukan justru mengajarkan.

"Bukan menjadi guru korupsi atau barisan koruptor karena itu adalah pengkhinatan besar," tegasnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir juga Mendagri, Tjahjo Kumolo, dalam sambutannya ia memperlihatkan data penyelenggara negara yang ditangkap karena kasus korupsi sejak tahun 2004 hingga 2017.

Dalam data tersebut total ada 377 orang dengan rincian Gubernur dan Wakil Gubernur sebanyak 19 orang, Bupati dan Wakil Bupati 41 orang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota 13 orang, DPR dan DPRD 128 orang, dan SKPD 176 orang.

Tjahjo pun mengimbau agar kepala daerah tidak terjebak korupsi karena saat ini korupsi sudah menjadi salah satu tantangan bangsa yang harus dihadapi.

"Tantangan bangsa sakah satunya korupsi. Perencanaan anggaran harus hati-hati," kata Tjahjo.

Usai pembukaan, acara pembekalan tersebut berlangsung secara tertutup di ballrom hotel Quest Semarang.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com