Menangkap Maling di Kampung Ini Dapat Hadiah Rp 500 Ribu

ADVERTISEMENT

Menangkap Maling di Kampung Ini Dapat Hadiah Rp 500 Ribu

Usman Hadi - detikNews
Senin, 07 Mei 2018 19:00 WIB
Sayembara menangkap maling (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Pengurus RT 32, RW 08, Kampung Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, punya tawaran unik. Warga yang berhasil menangkap maling di kawasan itu akan mendapatkan imbalan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Rupanya sayembara itu manjur menekan praktik pencurian.

Ketua RT 32, Sugiyato, mengatakan sebenarnya kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak dua tahun lalu. Penyebabnya karena di wilayah RT 32 dulunya banyak terjadi kasus maling motor, sehingga pengurus RT berinisiatif memasang banner sayembara.

"Itu (kebijakan) sudah lama, mulai diberlakukan sekitar dua tahun yang lalu. Ya memang dulu sempat pernah banyak kejadian, terutama kemalingannya dengan korban anak kos," kata Sugiyato saat ditemui detikcom di kediamannya, Senin (7/5/2018).

Pengurus RT 32 membuat tulisan sayembara itu. Saaat itu, ada tiga banner besar dipasang melintang oleh warga di jalan kampung. Kemudian ada lima banner kecil yang dipasang di samping rumah warga.


Adapun isi banner tersebut bertuliskan 'menangkap maling berhadiah, malam hari Rp 500.000, siang hari Rp 300.000'. Namun, kini sejumlah benner yang dipasang warga hilang. Hanya ada satu benner kecil terpasang di samping rumah warga yang tersisa.

"Memang bannernya sudah rusak, karena kita hanya pakai spanduk outdoor. Karena kan kena angin juga," ucapnya.

Sugiyato menerangkan, memang setelah warga memasang benner tersebut di wilayah RT 32 tidak pernah terjadi kasus kemalingan. Pengurus RT juga belum pernah mengeluarkan uang untuk hadiah kepada warga yang berhasil menangkap maling.

"Justru belum pernah ada (kasus kemalingan). Setelah itu kita belum pernah nangkap (maling), terus dapat hadiah. Harapannya justru tidak sampai ada kemalingan lagi, warga pun sampai saat ini masih terus melakukan ronda tiap malam," ungkapnya.

"Untuk kebijakan ini ya nanti dievaluasi lagi. Dari pengurus memutuskan apakah kebijakan tersebut akan dilanjutkan atau ada program lain untuk mengedukasi masyarakat. Karena tujuannya (sayembara) untuk mengedukasi masyarakat," tutupnya. (mbr/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT