DetikNews
Selasa 24 April 2018, 17:21 WIB

Pembunuh Kasir Rumah Makan di Boyolali Divonis 15 Tahun Penjara

Ragil Ajiyanto - detikNews
Pembunuh Kasir Rumah Makan di Boyolali Divonis 15 Tahun Penjara Novran saat mendengar amar putusan hakim (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Novan Setya Pradana, pembunuh kasir rumah makan Dapoer Kalimi di Boyolali, divonis 15 tahun penjara. Perbuatan yang dilakukan pria berumur 24 tahun itu dinilai sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 15 tahun," kata Ketua Majelis Hakim, Agung Wicaksono, dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, Selasa (24/4/2018) siang.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, majelis hakim menyatakan Setya Pradana terbukti melakukan pembunuhan disertai atau didahului suatu tindak pidana lain sesuai Pasal 339 KUHP, sebagaimana dakwaan alternatif Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Novan membunuh Siti Munawarotun (17), kasir rumah makan, setelah sebelumnya mencuri uang hasil penjualan di rumah makan di Jalan Pandanaran, Boyolali tersebut. Selain itu terdakwa juga merampok dua unit telepon seluler milik korban.

Saat hendak mencuri telepon seluler itulah korban terbangun. Terdakwa kemudian menghujamkan pisau yang diambilnya dari ruang dapur rumah makan. Terdakwa menusuk korban pada leher dan punggung.

Menurut hakim hal-hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, korban masih di bawah umur dan perbuatan terdakwa dinilai sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.
Pembunuh Kasir Rumah Makan di Boyolali Divonis 15 Tahun PenjaraNovran saat memasuki ruang siang. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

"Saat terdakwa mengambil pisau kemudian ke tempat korban tidur itu kan ada jeda waktu untuk berpikir, tapi dia (terdakwa) tetap mendekati korban dan begitu korban bangun ditusuk di leher. Mengapa di leher, padahal terdakwa tahu kalau ditusuk di leher itu (bisa berakibat) mati, itu ada dalam keterangan terdakwa saat pemeriksaan terdakwa," jelas Agung.

"Hal-hal yang meringankan, terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," lanjutnya.


JPU, Dedy Abdilah, sebelumnya menuntut terdakwa 10 tahun penjara, namun atas vonis yang lebih tinggi dari tuntutannya tersebut, jaksa Dedy menyatakan pikir-pikir.

Jawaban pikir-pikir juga disampaikan oleh Novan. Saat dimintai komentar tentang putusan tersebut usai sidang, pria warga Dukuh Sragen Dok RT 17/06 Sragen Wetan, Kabupaten Sragen, tersebut, tidak memberikan respons sembari terus berjalan menuju ruang tahanan sementara PN Boyolali.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Siti Munawarotun itu terjadi pada Sabtu (28/10/2017) dinihari. Kejadiannya di tempat korban bekerja di rumah makan Dapoer Kalimi, Boyolali. Siti yang berasal dari Magelang itu setiap harinya tidur sendirian di tempat kerjanya tersebut.

Beberapa hari kemudian, pelaku pembunuhan terungkap. Novan Setya Pradana, ditangkap petugas Polres Boyolali. Motifnya yakni perampokan atau pencurian dengan kekerasan.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed