DetikNews
Selasa 17 April 2018, 14:42 WIB

Begini Kesan Warga Inggris Saat Ikut Labuhan Keraton di Merapi

Ristu Hanafi - detikNews
Begini Kesan Warga Inggris Saat Ikut Labuhan Keraton di Merapi Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Keraton Yogyakarta menggelar upacara adat Labuhan Ageng di Gunung Merapi, Sleman. Prosesi labuhan ini tak hanya ikuti para abdi dalem dan masyarakat. Namun juga sejumlah warga negara asing yang turut mengikuti prosesi acara peringatan Tingalan Jumenengan Dalem atau kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.

Salah satunya adalah Jasmine Winnett, warga negara Inggris.

"Saya belajar budaya Jawa di sini," kata Jasmine, di lokasi Labuhan Ageng di bukit Sri Manganti, Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Selasa (17/4/2018).

Jasmine mengikuti rangkaian acara Labuhan Ageng Merapi sejak kemarin saat semua uba rampe labuhan tiba.
Prosesi labuhan ageng di MerapiProsesi labuhan ageng di Merapi Foto: Ristu Hanafi/detikcom

"Saya lihat wayang juga tadi malam. Senang lihat acara ini seperti ada penghormatan ke alam dan budaya, budaya Jawa sangat dihormati," ujarnya.

Jasmine terlihat sudah cukup fasih berbincang memakai Bahasa Indonesia. Dia di Yogyakarta sudah sejak 3 tahun terakhir untuk belajar budaya setempat.

"Saya dengar budaya Jawa bisa buat orang tenang. Ada budaya, mitos, spiritual, tradisi ini ada kelanjutan budaya," ungkapnya.


Upacara Labuhan Ageng di Merapi diawali prosesi penyerahan uba rampe Labuhan Ndalem dari Keraton Yogyakarta ke juru kunci Hargo Merapi untuk disimpan di Petilasan Hargo Ndalem (Petilasan Mbah Marijan), di Desa Kinahrejo, Senin (16/4) kemarin. Kemudian dilanjutkan gelar budaya, wilujengan, kenduri, pagelaran wayang kulit, dan doa bersama.

Pagi tadi, pukul 06.30 WIB uba rampe Labuhan Ageng dikirab berjalan kaki dari Petilasan Hargo Ndalem menuju Sri Manganti di lereng Merapi dengan diawali doa bersama. Sesampai di bukit Sri Manganti digelar kembali doa bersama, dilanjutkan ritual adat dan diakhiri dengan pembagian sedekah.


"Kita berdoa bersama untuk kesejahteraan masyarakat dan wilayah lereng Merapi khususnya, serta dan Yogyakarta pada umumnya. Upacara adat budaya ini juga untuk memberitakan kepada kawula muda agar paham tentang budaya dan tradisi peninggalan leluhur sehingga bisa melestarikannya ke anak cucu," jelas juru kunci Hargo Merapi, Kliwon Suraksohargo atau Mas Asih.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed