DetikNews
Senin 16 April 2018, 15:38 WIB

Panitia Sengaja Sembunyikan Tari Erotis Saat Ajukan Izin ke Polisi

Wikha Setiawan - detikNews
Panitia Sengaja Sembunyikan Tari Erotis Saat Ajukan Izin ke Polisi Tari erotis di Pantai Kartini, Jepara, Sabtu (14/4). Foto: tangkapan gambar video warga
Jepara - Pantia penyelenggara ulang tahun komunitas motor di Jepara sengaja tidak mencantumkan hiburan tari erotis dan musik DJ dalam surat pengajuan izin ke Polres Jepara. Yang tertera di dalamnya adalah permohonan izin hiburan dangdut organ tunggal.

Di hadapan polisi, H mengaku sengaja tidak mencantumkan sesi hiburan musik DJ dan tari erotis lantaran khawatir tidak mendapat izin kegiatan dari polisi. Sehingga dalam pengajuanya hanya ada hiburan organ tunggal.

"Memang tidak kami cantumkan karena kalau ada DJ dan tarian itu kemungkinan besar izin tidak keluar. Jadi hanya musik organ tunggal," kata H kepada petuga saat di Mapolres Jepara, Senin (16/4/2018)

Dia mengatakan informasi yang didapatnya bahwa izin musik DJ dan tarian seperti itu akan sulit dikeluarkan oleh polisi.

"Akhirnya pakai musik organ tunggal," imbuhnya.

[Gambas:Video 20detik]



Ia tidak menyangka jika kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Kartini Jepara tersebut berakhir di jalur hukum.

"Tidak berpikiran sampai seperti ini. Kalau penari dari Semarang kami ambil," jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Jepara AKP Suharto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin untuk kegiatan hiburan musik DJ dan tari erotis.

"Ya jelas tidak akan kami izinkan. Jadi alasan tersangka takut tidak dapat izin dan mencantumkan hiburan organ tunggal," paparnya.


Dikatakannya, petugas langsung melakukan tindakan penghentian acara hiburan tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat ini, pihaknya sudah memeriksa belasan orang, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni H dan B. Keduanya merupakan panitia penyelenggara acara tersebut.

"Sabtu (14/4) sore kami langsung hentikan acara tersebut karena melanggar aturan dan tidak sesuai izin," jelas dia.

"Kami masih melakukan pengejaran semua orang yang terlibat termasuk tiga penari," tegasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed