DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 18:18 WIB

Kota Lama Semarang Terus Ditata Demi Status Warisan Budaya Dunia

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kota Lama Semarang Terus Ditata Demi Status Warisan Budaya Dunia Gereja Blenduk, ikon Kota Lama Semarang, (Foto: nfadils/d'Traveler)
Semarang - Pemerintah Kota Semarang terus berusaha melengkapi data historis kawasan Kota Lama termasuk peta kuno yang di simpan oleh Belanda. Hal itu dilakukan agar Kota Lama Semarang tidak dicoret dari daftar sementara warisan budaya Unesco.

Kota Lama Semarang memang sedang diusahakan agar ditetapkan sebagai warisan budaya Unesco tahun 2020. Peta asli Kota Lama Semarang kini masih berada di Belanda dan Pemkot Semarang harus menyiapkan lokasi steril untuk menyimpannya.

"Kita sedang menyiapkan tempat khusus yang steril untuk menyimpan peta agar tidak rusak setelah diserahkan kepada kami," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau Kota Lama Semarang, Selasa (27/3/2018).

"Tanggal 10 April ada tenaga ahli dari Belanda akan datang ke Semarang untuk membahas terkait peta tersebut," imbuh Hendi, sapaan akrab wali kota.

Kota Lama Semarang Terus Ditata Demi Status Warisan Budaya DuniaKawasan Kota Lama Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Baca juga: Kota Lama Semarang Ditargetkan Jadi Warisan UNESCO Tahun 2020

Dia menjelaskan revitalisasi dilakukan dalam 3 zona. Perbaikan dilakukan dan kelesatrian bangunan-bangunan kuno di sana juga dijaga.

"Kita berusaha mempertahankan kelestarian bangunan-bangunan yang ada. Kami juga perlu dukungan masyarakat untuk melaporkan jika ada bangunan cagar budaya yang dibongkar, dirusak, atau mau diganti konstruksinya," jelas Hendi.

Baca juga: Disiapkan Gedung Khusus Penyimpanan Peta Kuno Semarang dari Belanda

Ditargetkan proyek penataan Kota Lama Semarang akan selesai akhir 2018 dengan anggaran dua tahun senilai Rp 156 miliar. Penataan mulai dari drainase hingga memindahkan kabel listrik ke bawah tanah.

"Ini saya cek mulai dari rencana drainase yang menggunakan U ditch, kemudian ducting untuk membebaskan Kota Lama dari kabel-kabel di atas karena akan kita tanam di bawah dan seterusnya," lanjutnya.

Hendi menegaskan dirinya berusaha turun langsung memantau penataan Kota Lama Semarang agar tidak dicoret dari daftar sementara warisan budaya Unesco seperti yang dialami Kota Tua di Sawahlunto dan Jakarta.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed