Sebagai salah satu respon sosial, Komunitas Pantomime Purworejo yang menamakan diri sebagai PURWOREJOMIME menghadirkan sajian pertunjukan seni jalanan di trotoar alun-alun kota dengan mengangkat tema 'Stop Kekerasan terhadap Anak' pada Kamis (22/3/2018) sore. Gelaran tersebut sengaja dibarengkan dengan peringatan hari pantomime dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret.
"World Mime Day adalah peringatan hari lahirnya maestro pantomime dunia Marcel Marceau yang sangat berpengaruh pada perkembangan seni pantomime dunia, terlebih pantomime merupakan salah satu bahasa tubuh yang diaplikasikan dalam bahasa kedamaian. Sore ini kita peringati itu dengan tema stop kekerasan terhadap anak," ungkap salah satu pantomimer, Mahestya Andi Sanjaya ketika ditemui detikcom usai pentas, Kamis (22/3/2018).
Baca juga: Purworejo Gelar Festival WR Soepratman |
Tema tersebut diambil sebagai wujud kepekaan sosial sebagai pelaku seni, karena di Purworejo sendiri sering terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Dalam pertunjukan seni jalanan itu tidak hanya menyajikan pantomime tapi juga menampilkan kolaborasi seni lain seperti akustik, puisi, monolog, perusatakaan jalanan dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sri Lestari (30) salah satu penonton yang datang bersama anak dan suaminya sedari tadi terus memainkan kamera ponselnya sembari menyaksikan dengan penuh antusias. Menurutnya, selain bagus dan menghibur, tontonan tersebut juga bisa menjadi tuntunan.
"Baru pertama si nonton kayak gini, seneng mas, bagus dan lucu tadi anak-anak yang nonton juga terhibur. Awalnya si belum tahu maksudnya, tapi lama-lama juga tahu, pesan moralnya bagus," ujar Sri. (bgs/bgs)











































