detikNews
Kamis 22 Maret 2018, 17:40 WIB

Siswa SD di Banyumas Peringati Hari Air Sedunia

Arbi Anugrah - detikNews
Siswa SD di Banyumas Peringati Hari Air Sedunia Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Setiap tanggal 22 Maret diperingati Hari Air Sedunia. Hari air sedunia ini yang jatuh hari ini, Kamis (22/3/2018) juga diperingati oleh siswa SD di Banyumas, Jawa Tengah.

Siswa SDN 2 Ketenger, Baturaden memperingatinya dengan sebuah panggung boneka. Mereka belajar mengenai pentingnya konservasi air melalui media boneka. Tangan kiri berusaha menggerakkan boneka yang ada ditangan. Sementara tangan kanan membaca prolog cerita dari peran yang tengah dimainkannya. Sedangkan siswa lainnya menonton di depan panggung.

Cerita yang dimainkan adalah pahlawan penyelamat air. Dua anak bertindak sebagai orang dewasa yang merusak air dengan meracuni air untuk mendapatkan ikan. Lima anak bertindak sebagai pahlawan yang berusaha menyadarkan para pelaku perusak tadi. Sedangkan satu anak berperan menjadi seorang pembaca narasi dan dua lainnya bernyayi.

Pesan yang akan disampaikan adalah menyadarkan agar tidak merusak sumber air agar ekosistem sungai terjaga. Sungai sebagai tempat rantai makanan yang panjang bagi manusia tidak boleh rusak dan tercemar. Karena air sebagai sumber kehidupan bukan hanya dinikmati oleh orang yang berada didekat sumbernya saja. Namun juga masih dimanfaatkan oleh orang-orang yang berda dibawahnya.

Menurut Desi Permata Sari, guru kelas 3 SDN 2 Ketenger yang membimbing para siswa mengatakan adanya pendidikan konservasi anak usia dini terutama di daerah penyangga sumber air dari kaki Gunung Slamet sangatlah penting. Mereka diajarkan bagaimana caranya menjaga sumber air agar tetap bersih.

"Harapannya anak-anak bisa lebih menyadari kalau mereka hidup didaerah penyangga, air yang mereka gunakan bukan hanya untuk mereka saja, tapi orang yang ada dibawahnya juga ikut menggunakan air itu. Otomatis mereka harus menyadari bagaimana menjaga air itu tetap bersih, bagaimana menjaga hutan tetap lestari," kata Desi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/3/2018).
Siswa SD di Banyumas peringati hari air seduniaSiswa SD di Banyumas peringati hari air sedunia Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Menurutnya pelibatan anak-anak sudah dimulai ketika berada di sekolah. Siswa diajarkan berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuang samoah sembarangan, membuang sampah ke sungai. Dengan memupuk kesadaran sejak usia dini, setidaknya sudah mulai terlihat pengaruhnya disekolahd an dilingkungan temoat tinggalnya.

"Selama ini kebiasaan mereka sudah bagus terutama sampah, kita lihatnya hanya di sekolah ada sampah dipungut, kesadaran itu ada, siapaun yang lihat ada sampah langsung diambil. Kita kasih contoh dulu, guru terutama, Kemudian dilingkungan mereka sendiri, kalau dikeluarga mereka sudah menyadari itu," ujarnya.

Sementara menurut Tri Agus Triono, Anggota Mapala Grafis Fisip Unwiku Purwokerto yang mengadakan pendidikan konservasi di hari air sedunia bagi anak-anak bertujuan memberikan pesan bahwa sekitar Baturaden itu daerah penyangga air. Hal itu bertujuan agar sadar jika di daerah ini banyak sekali aliran sungai dan mata air yang mengalirkan airnya ke bawah.

"Kita pingin bisa menginpirasi anak-anak untuk di Indonesia dimana anak-anak Indonesia semakin bijak memanfaatkan air, semakin peduli lagi terhadap lingkungannya, semakin sehat karena airnya bersih dan berkualitas," jelasnya.

Salah satu siswa SDN 2 Ketenger, Matias Gilang Setiawan (10) yang memerankan karakter Gilang yang merupakan tokoh yang bijaksana dan menjadi panutan teman-temannya mengaku bangga bisa bermain dan menyampaikan pesan kepada teman-temannya.

"Memerankan karakter boneka, tangannya yang capek, tapi tidak susah sambil baca dan memainkan boneka. Rasanya bisa menyampaikan ke teman-teman bangga, bisa memerankan itu, ingin lagi biar bisa memerankan lagi kayak gini," ungkapnya.

(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed