DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 16:44 WIB

GP Ansor Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Kendal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
GP Ansor Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Kendal Warga berkumpul di lokasi kejadian penyerangan di Kendal. Foto: istimewa
Semarang - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah berharap kepolisian membongkar aktor di balik penyerangan pengurus NU di Kendal. Meski demikian polisi mengungkapkan belum ada keterkaitan peristiwa di Kendal dengan penyerangan tokoh agama di daerah lain.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Solahudin mengatakan meski polisi sudah menyatakan peristiwa yang menimpa mantan ketua NU Kecamatan Kangung, Kendal, Ahmad Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban itu adalah tindakan pencurian disertai kekerasan, namun pihaknya belum bisa yakin karena ada beberapa kejanggalan.

"Kami mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut termasuk jika ada aktor di balik kejadian tersebut," kata Solahudin saat dihubungi detikcom, Rabu (21/3/2018).

Kejanggalan terkuak dari keterangan saksi dan korban yang sudah ia temui. Ada informasi saat kejadian hari Sabtu (17/3) lalu pelaku langsung menyerang tanpa menyebar ancaman atau meminta barang. Selain itu tidak ada alat transportasi atau komplotan yang siap melarikan diri, padahal menurutnya jika perampokan maka sudah menyiapkan cara melarikan diri.

"Tidak ada kata-kata verbal ancaman. Dilakukan sendiri tidak bawa kendaraan, kalau jambret pasti melarikan diri," tandasnya.


Menurutnya jika pelaku memang depresi, bisa sangat mudah dimanfaatkan oleh seseorang. Solahudin merasa hal itulah yang harus diusut kepolisian. Namun Solahudin tetap menghormati proses hukum dan menyerahkan langkah selanjutnya ke kepolisian.

"Posisi kan depresi, bukan gila. Bisa saja dimanfaatkan," tegas Solahudin.

Sementara itu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pelaku yaitu Suyatno alias Bogel (34) murni melakukan percobaan pencurian disertai kekerasan karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

"Profesi pelaku adalah pengamen yang sehari-harinya di pasar. Kondisi ekonomi memprihatinkan, punya anak 1 putus sekolah, tidak punya pekerjaan, ini faktor ekonomi," jelas Condro.

Namun penyelidikan tidak berhenti sampai situ saja, Condro menjelaskan, kepolisian juga mencari keterkaitan dengan penyerangan tokoh agama di daerah lain. Namun dari penelusuran yang dilakukan hingga kini aksi bogel tidak ada kaitannya dengan penyerangan tokoh agama.


"Masih terus didalami. Kita tarik ke belakang pelaku bergaul sama siapa, mapping handphone. Kita belum simpulkan, tapi faktanya kita proses hukum, pelaku ditahan. Belum disimpulkan apakah by design," terang Condro.

Dalam peristiwa tersebut, Agus yang hendak keluar rumah menggunakan mobil diserang oleh Bogel menggunakan golok. Zaenuri yang datang menolong ternyata juga langsung diserang. Pelaku kemudian ditangkap warga dan dihajar massa.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed