DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 14:23 WIB

Penyerangan Pengurus NU di Kendal Dimanfaatkan Penyebar Hoax

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Penyerangan Pengurus NU di Kendal Dimanfaatkan Penyebar Hoax Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Solo, Jumat (2/2).Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Semarang - Penyerangan Pengurus NU di Kendal ternyata dimanfaatkan untuk menyebar hoax. Polda Jateng pun membekuk seorang pelaku yang berada di Bekasi.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, peristiwa penyerangan yang terjadi hari Sabtu (17/3) tersebut dimanfaatkan seseorang bernama T untuk membuat isu kebangkitan partai terlarang.

"Ada pihak yang ingin memanfaatkan untuk membuat keresahan dengan upload (foto) korban ke WA dan FB dengan tuliskan meresahkan. Tulisannya, 'masa begini dibilang hoax', 'masa begini partai terlarang tidak bangkit," kata Condro di Mapolda Jateng, Rabu (21/3/2018).

Dari postingan tersebut, berhasil ditangkap satu tersangka dengan inisial T di Bekasi. Dari pengakuan tersangka, tujuan menyebarkan hoax tersebut memang ingin menimbulkan keresahan.

"Kita tangkap karena sudah kita minta keterangan saksi ahli apakah sudah masuk ujaran kebencian dan melanggar undang-undang ITE pasal 45. Motifnya memang menimbulkan keresahan," jelas Condro.

Lebih lanjut, kepolisian dalam hal ini Dit Reskrimsus Polda Jateng mendalami latar belakang tersangka karena diduga ada kaitannya dengan grup penyebar hoax yang ditangkap Mabes Polri yaitu MCA.


"Pelaku ditangkap di Bekasi. Kita telusuri, kita cari kaitannya dengan MCA," tandasnya.

Sebenarnya ada 6 akun media sosial yang menyebar hoax serupa, namun setelah T tertangkap, 5 akun lainnya langsung lenyap. Condro menjelaskan kepolisian memang bersiaga di berbagai daerah untuk mengantisipasi hoax. Selain itu diketahui followers MCA di media sosial ada lebih dari 100 ribu akun sehingga diperkirakan anggotanya ada di berbagai daerah.


"Ada 6 akun yang kita ikuti, adi 1 diambil, 5 langsung dihapus, ditutup. Kami sudah mapping ke daerah, kita ingin ciptakan suasana sejuk," tegas Condro.

Untuk diketahui peristiwa yang dimanfaatkan penyebar hoax tersebut adalah perampokan di Kendal dengan korban pengurus NU di Kendal, Ahmad Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban. Kepolsian menegaskan pelaku yaitu Suyatno alias Bogel (34) bertujuan merampok tas bukan untuk menyerang ulama.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed