DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 15:13 WIB

Penyewa Nekat Berjualan di Lokasi Kudus Plasa yang Terbakar

Akrom Hazami - detikNews
Penyewa Nekat Berjualan di Lokasi Kudus Plasa yang Terbakar Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Kasus Kudus Plasa yang terbakar sampai saat ini masih dalam pemeriksaan polisi. Kebakaran yang menghanguskan sebagian besar gedung Matahari Department Store itu berakibat bangunan belum aman untuk dipakai.

Namun ada sejumlah penyewa atau tenant yang nekat berjualan. Hal itu tampak sejak beberapa waktu terakhir ini. Mereka bahkan siap menanggung risiko jika ada bahaya yang terjadi.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, pihaknya mendapat laporan ada tiga penyewa bangunan toko yang nekat berjualan.

"Ada tiga penyewa di lantai 1 gedung Kudus Plasa yang tetap berjualan. Padahal kami sudah melayangkan surat peringatan kepada mereka," kata Eko ditemui di kantornya, Senin (19/3/2018).
kudus

Pihaknya melayangkan surat kepada penyewa bangunan gedung Kudus Plasa pada 1 Maret 2018. Isinya, guna keselamatan dan keamanan, maka diminta untuk tidak melakukan segala aktivitas di dalam bangunan Kudus Plasa sampai dengan dikeluarkannya hasil laboratorium forensik Polres Kudus.

Apabila mereka melanggar maka segala risiko yang terjadi merupakan tanggung jawab mereka secara pribadi. Dari catatannya, total tenant di Kudus Plasa sekitar 100 tenant/penyewa.

Adapun tiga penyewa yang nekat berjualan adalah optik, penjaja makanan bakso, dan gerai telepon seluler.

"Mereka (tiga penyewa) mendatangi kami dan menyatakan mau tetap beroperasi. Mereka terpaksa membuka toko," lanjut Eko.

Salah satu surat dari penyewa yang nekat berjualan, adalah dari pemilik Optik Internasional Group atas nama Linggarjanto Budi Oetomo, warga Malang Jawa Timur. Dalam suratnya menyatakan, mereka memutuskan membuka usaha di lantai 1 Kudus Plasa atas kemauan sendiri pasca kebakaran.

Apabila kemudian terjadi kejadian yang tidak diinginkan atas bangunan atau gedung Kudus Plasa yang mengakibatkan kerugian pada usaha, maka tidak akan menuntut ganti rugi atau tanggung jawab apapun kepada pihak manajemen Kudus Plasa maupun pemerintah kabupaten selaku pemilik aset daerah.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Syahroni, Store Manager Optik Internasional Group Kudus mengatakan, pihaknya memang tetap membuka toko, meski sudah ada imbauan dilarang buka.

"Kami harus kerja. Kami buka sejak 9 hari lalu," kata dia ditemui wartawan di tempat kerjanya.

Pihaknya juga nekat membuka toko kendati kondisi bangunan tak memungkinkan. Seperti atap yang terus meneteskan air sisa hujan mengingat atap lantai 3 yang berlubang.

"Kami sudah siap hadapi risiko apa saja," ucapnya.

Pengelola juga mengaku saat ini terjadi penurunan omset hingga 50%. Termasuk juga, terjadi adanya pengurangan pengunjung. Dulu sebelum kebakaran, pengunjung sekitar 15-20 orang per hari. Saat ini hanya sekitar 5 orang.

Arus listrik di lokasi juga tak ada. Pihaknya terpaksa menggunakan tenaga listrik dari mesin diesel. "Kami mengontrak Rp 512 ribu per bulan. Atau setahun Rp 6 juta," ucapnya.

Wisnu Aragani, Kabid Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kudus mengatakan, pihaknya telah melakukan uji beton bangunan dan mengambil sampel beton.

"Secara hasil uji beton, 60% struktur bangunan aman," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed