Jumlah Balita Stunting di Gunungkidul Tinggi, Ini Dia Penyebabnya

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 14 Mar 2018 16:10 WIB
Kabupaten Gunungkidul, DIY. Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Gunungkidu - Jumlah balita stunting atau balita kekurangan gizi kronis masih tergolong tinggi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada sekitar 6.200 balita stunting di Gunungkidul tiap tahunnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Gunungkidul, Kartini menjelaskan, salah satu penyebab tingginya balita stunting di Gunungkidul karena maraknya praktek pernikahan dini.

"Jumlah balita stunting di Gunungkidul masih dalam kisaran angka tersebut (6.200 balita). Penyebab paling banyak karena pernikahan dini," kata Kartini saat dihubungi wartawan, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, dari remaja usia 14-18 tahun yang menikah berkontribusi sekitar 30 persen terhadap jumlah balita stunting. Sementara penyebab pernikahan dini disebabkan karena kasus putus sekolah dan faktor ekonomi lemah.


"Balita yang lahir dari pasangan pernikahan dini ini biasanya lahir tidak sempurna dan tumbuhnya lambat. Dimulai ketika lahir hanya memiliki panjang kurang dari 48 cm, kerdil," bebernya.

Kartini menerangkan, wilayah di Gunungkidul yang sering dijumpai kasus balita stunting ada di Kecacmatan Semanu, Rongkop dan Gedangsari. Untuk mengatasi persoalan ini Pemkab Gunungkidul sudah berupaya mengoptimalkan peran puskesmas dan posyandu di desa-desa.

"Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan supaya balita stunting diberi ASI eksklusif di usia 0-6 bulan. Usia berikutnya diberi pendamping makanan tambahan. Perhatian kepada ibu hamil agar kebutuhan gizi terpenuhi juga kami lakukan," tutupnya. (sip/sip)