DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 07:59 WIB

Kehilangan Kaki, Budi Kini Produksi dan Terima Pesanan Kaki Palsu

Akrom Hazami - detikNews
Kehilangan Kaki, Budi Kini Produksi dan Terima Pesanan Kaki Palsu Budi (Berbaju hitam) bersama difabel lainnya. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Semangat pemuda ini amat membara. Meski kehilangan kaki akibat kecelakaan, namun semangatnya tak pupus.

Bahkan, semangatnya justru disalurkannya melalui kegiatan bermanfaat. Yaitu, memproduksi kaki palsu sendiri. Kaki palsu itu dimanfaatkan untuk sesama difabel.

Adalah Budi Santoso (23), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kepada Detikcom di Grobogan, Minggu (11/3/2018), Budi menceritakan sedikit semangatnya yang bermanfaat untuk sesama. Kisah kehilangan kaki bermula dari kecelakaan yang dialaminya pada Juli 2016.

Ketika itu, Budi mengendarai sepeda motor di jalan Purwodadi-Blora. Sesampai di depan SPBU Ngaringan, Budi ditabrak pemotor lain, hingga terlempar dari motornya dan masuk ke kolong truk tronton yang melaju berlawanan. Kakinya terlindas truk.

Meski sempat mendapat perawatan medis, namun kaki kirinya gagal diselamatkan. Oleh dokter, kaki kirinya harus diamputasi hingga di atas lutut.

"Saya pun akhirnya harus pakai kaki palsu. Sehingga terbersit buat kaki palsu," kata Budi.

Sampai saat ini, kaki palsu yang dibuat sudah mencapai puluhan unit.

Budi saat memproduksi kaki palsu. Budi saat memproduksi kaki palsu. Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Kaki palsu yang saya buat sudah sekitar 80 unit," ungkapnya.

Dirinya membuat kaki palsu dari bahan bekas. Seperti halnya spon, pipa, ember plastik bekas tempat cat dinding, hingga suku cadang sepeda motor. Meski tidak menutup kemungkinan, ada juga bahan yang dibeli baru seperti pipa stainless.

Dia memproduksi kaki palsu dibantu dua orang yaitu adik sepupunya, Dina Rizqi Mariadi (19) dan sahabatnya, Heri Saputra (17). Merekalah yang membantunya untuk memenuhi orderan yang masuk sampai sekarang. Dengan petunjuk pembuatannya dilakukan secara otodidak.

Kaki palsu yang diproduksi Budi di Grobogan.Kaki palsu yang diproduksi Budi di Grobogan. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Pembuatan kaki palsu dilakukan di gazebo belakang kios distronya. Di gazebo ada tulisan 'Nekat Harapan'. Dia mulai memproduksi kaki palsu pada September 2016. Produksi pertama adalah kaki palsu untuk kaki kirinya sendiri.

Mulanya, dalam memproduksi kaki palsu tidaklah mudah. Kaki palsu pertamanya harus dibongkar karena dianggapnya kurang nyaman. Dengan waktu pembuatannya makan waktu dua minggu.

"Kaki palsu pertama masih saya pakai sampai sekarang," ungkap anak tunggal pasangan Suwadi dan Karsini itu.

Setelah punya kaki palsu sendiri, Budi memilih merantau ke Samarinda, Kaltim. Di sana, Budi bekerja di bengkel milik saudaranya selama hampir 4 bulan. Kemudian, Budi kembali ke Grobogan, dan membuka distro di Jalan Honggokusuman, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan.

Baru kemudian, mulai ada pesanan pembuatan kaki palsu dari sesama penyandang difabel. Hal itu dianggapnya sebagai peluang. Adapun untuk pembuatan kaki palsu, dirinya tak mematok harga. Tidak sedikit dari penyandang difabel malah mendapatkannya secara gratis, mengingat kondisi perekonomiannya yang tak memungkinkan.

"Untuk pembuatan kaki palsu butuh dana tidak sedikit. Meski bahannya dari barang bekas," ucapnya.

Meski dibuat dari barang bekas, Budi yakin produknya tidak kalah dengan hasil pabrikan. Dengan kelebihannya seperti lebih ringan dibandingkan produk kaki palsu yang sudah pernah dijumpainya.

Adapun berat produk kaki palsu umumnya, kata Budi bisa sampai 5 kg. Budi menyebut produk kaki palsu memiliki berat sekitar 3 kg. Sehingga hal itu kian menambah kenyamanan si pemakainya.

Tidak hanya itu, kelebihan lain, kaki palsunya dilengkapi engsel di bagian lutut dan di atas tumit. Adanya engsel ini, membuat penggunanya serasa berjalan dengan kaki sempurna.

"Alat buatannya bisa digunakan untuk bersepeda. Ini bisa dilakukan dengan adanya engsel yang membuat kaki palsu ini elastis, mirip kaki asli," bebernya.

Menurut Budi, para difabel yang menggunakan kaki palsu buatannya selama ini tidak ada yang komplain. Justru sebaliknya, mereka merasa nyaman. Kaki palsu produksinya telah terpakai oleh penyandang difabel dari Solo, Jepara, Blora, Semarang, Jakarta dan lainnya.

"Termasuk juga difabel di dalam kota," ucapnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed