DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 20:38 WIB

Menyusuri Jalan Rusak Penghubung Kabupaten Grobogan dan Sragen

Akrom Hazami - detikNews
Menyusuri Jalan Rusak Penghubung Kabupaten Grobogan dan Sragen Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Sampai saat ini, sejumlah infrastruktur di Kabupaten Grobogan masih rusak parah. Salah satunya di jalan kabupaten yang merupakan penghubung Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Sragen di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon.

Jalan sepanjang 18 kilometer itu benar-benar rusak parah. Beberapa ruas jalan sudah ada yag dibeton, namun jumlahnya sedikit sekali. Sebagian besar jalan berbatu dan tanah.

Desa Randurejo berlokasi di sekitar kawasan hutan yang bisa ditempuh dengan perjalanan kendaraan bermotor sekitar 3 jam dari Kota Purwodadi. Desa terpencil ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Sragen.

Kepala Desa Randurejo, Daniel Martiknyo, mengatakan, jalan kabupaten yang melintasi desanya memang rusak. Dulunya, malah permukaan jalan hanya berupa tanah. Seperti dari Desa Panunggalan sampai desanya.
Jalan rusak di GroboganJalan rusak di Grobogan Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Pemerintah sudah memperbaiki jalan kabupaten di desa kami.Ini jalan kabupaten, bukan jalan desa, yaitu dengan melapisi permukaan jalan dengan batu bongkahan padas, pada 1983. Tahun lalu, jalan sudah dibeton tapi hanya beberapa kilometer saja," kata Daniel kepada wartawan, Rabu (7/3/2018).

Terkait jalan rusak, pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah. Rencananya, tahun ini akan ada pembetonan jalan. Dengan total anggaran Rp 13 miliar. Pihaknya berharap hal itu segera terwujud mengingat pentingnya akses bagi warga.

Dia mengatakan jumlah warga desanya sekitar 7 ribu jiwa. Sebagian besar merupakan petani. "Dari desa kami menuju Sragen sekitar 6 kilometer. Kalau jalan sudah bagus, jelas banyak manfaat dari segi transportasi maupun perekonomian dan pendidikan," kata Daniel.

Pantauan detikcom, jalan penghubung antara Kabupaten Grobogan, dengan Kabupaten Sragen, terlihat rusak parah. Jika dilalui, dari arah Purwodadi menuju jalan Danyang-Kuwu. Lantas, belok kanan ketika di pertigaan arah Mlowokarangtalun.

Hingga akhirnya sampai di jalur Desa Sidorejo, Desa Panunggalan, hingga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon. Permukaan jalan sebagian besar berupa tumpukan batu serta tanah.

Bahkan, jalan semakin memprihatinkan tiap kali hujan, yakni batu padas pelapis tanah yang amblas menciptakan kubangan air. Jalan pun menjadi licin dan becek. Jalan rusak diperkirakan sekitar 18 km.

Suparno (50) warga Desa Randurejo mengatakan, penduduk sudah lama mendambakan jalan menjadi bagus. Tiap kali musim hujan tiba, warga mengurangi waktunya ke sawah.

"Motor susah melintas jalan. Tidak sedikit yang terjatuh saat melintasi jalan rusak," kata Suparno di lokasi.

Tidak hanya soal jalan yang rusak, sinyal jaringan telekomunikasi juga sulit terkoneksi di daerah itu. Selain itu juga, bangunan sekolah seperti di SDN 4 Randurejo juga rusak. Warga merasa terisolasi.

"Kami itu merasa dianak tirikan. Siapa yang sanggup betah-betah melintas di jalan ini. Kami pun memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di Kabupaten Sragen karena lokasi terdekat," ucapnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed