Selain UIN Yogya, UAD Juga Mendata Mahasiswinya yang Bercadar

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 06 Mar 2018 10:34 WIB
Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kasiyarno. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mendata dan melakukan konseling terhadap mahasiswi bercadar yang ada di kampus. Kebijakan serupa juga ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Rektor UAD, Kasiyarno mengatakan, belum lama ini pihaknya sudah memerintahkan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD untuk mendata dan membina mahasiswi bercadar yang ada di kampus. Karena masih akan didata, pihaknya belum mengambil tindakan lebih lanjut.

"Kita sedang memikirkan bentuk pembinaan buat mereka yang ditangani oleh LPSI. Jadi masih belum ada tindakan. Karena kita sedang mau mengidentifikasi mereka-mereka (mahasiswi bercadar)," kata Kasiyarno saat dihubungi detikcom, Selasa (6/3/2018).

"Iya pendataan. Kami sedang memerintahkan LPSI, saya belum tahu respon yang bersangkutan. Mungkin pendataannya (dalam waktu dekat)," lanjutnya.

Kasiyarno menerangkan, alasan UAD berencana mendata mahasiswi bercadar karena pihaknya ingin meluruskan paham para mahasiswi tersebut.


"Karena kita kan juga menanamkan nilai-nilai Islam, ajaran Islam yang benar. Kita tetap harus mengarahkan mereka sesuai dengan paham Muhammadiyah," tutur Kasiyarno.

"Ya sesuai dengan tuntutan Rasulullah saja. Berpakaian cukup dengan menutup aurat saja. Jadi kalau sampai menutup muka itu kan bagian yang tidak perlu harus ditutup-tutupi. Sebab, menutup aurat memakai cadar dinilai tergolong berlebihan dan tidak sesuai dengan ajaran ke-Muhammadiyah-an," urainya.


Seusai didata, lanjut Kasiyarno, pihaknya juga berencana memanggil satu per satu mahasiswi bercadar yang ada di UAD. Setelahnya, mereka akan dibimbing dan diberikan pemahaman.

Sementara bila kampus nantinya menjumpai mahasiswi bercadar dan terindikasi berpaham radikal, pihaknya tidak akan tergesa-gesa memberikan sanksi ke yang bersangkutan. Melainkan pihaknya akan membina mereka, supaya mereka mau kembali ke ajaran Islam yang benar.

"Tidak sampai harus begitu (dikeluarkan) lah. Kita itu kan pendidik yang harus mengarahkan mereka, membina mereka. Kan (mendapatkan) pendidikan juga hak mereka juga," paparnya.

Terkait jumlah mahasiswi bercadar di UAD, kata Kasiyarno, jumlahnya tidak banyak. Supaya mereka tidak terjebak dengan paham radikal, pihak kampus sejak semester 1-8 sudah membentangi mahasiswa dengan nilai-nilai Islam dalam bentuk al-Islam dan ke-Muhammadiyah-an.

"Kita sudah mencoba untuk melakukan preventif. Karena itu munculnya (mahasiswi bercadar) juga baru, beberapa saat saja," pungkas dia.

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)