Lomba lari level internasional, Adisutjipto Urban Obstacle Run (AUOR) 2018, berlangsung meriah. Lebih dari 2.000 orang mengikuti event dengan konsep yang baru pertama kali digelar di Indonesia.
AUOR 2018 yang dilaksanakan di kompleks Lanud dan Bandara Adisutjipto ini dibagi dalam tiga kelas, yakni lari 5K, 10K, dan obstacle run. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, datang langsung untuk melepas bendera start.
"Diharapkan akan menjadi event lari internasional berkelanjutan tiap tahun guna meningkatkan prestasi pelari nasional, mendongkrak pariwisata Yogya. Semoga dari event ini lahir bibit muda berkualitas yang ke depan bisa mengukir prestasi," kata Yuyu, membacakan sambutan dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Minggu (4/3/2018).
![]() |
Peserta AUOR terdiri dari masyarakat sipil dan prajurit militer dengan kategori perorangan, beregu, sipil, dan militer. Para peserta melewati rute di dalam kompleks Lanud dan Bandara Adisutjipto. Konsep inilah yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia karena pelari bisa melihat secara langsung aktivitas di Lanud dan bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersyukur jumlah peserta cukup tinggi, ada pelari lokal, nasional, hingga mancanegara. Total lebih dari 2.000 orang peserta," kata Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Novyan Samyoga.
![]() |
Masyarakat umum juga antusias berdatangan sejak pagi untuk melihat jalannya AUOR serta menikmati atraksi-atraksi yang disuguhkan. Di antaranya seperti drumband, manuver The Jupiter Aerobatic Team TNI AU, pesawat TNI, paramotor, berfoto dengan berbagai pesawat latih TNI, hiburan musik dan bazar.