DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 10:02 WIB

Pelajar Buat Video Asusila, Peneliti: Siswa Sembrono Pakai Gawai

Usman Hadi - detikNews
Pelajar Buat Video Asusila, Peneliti: Siswa Sembrono Pakai Gawai Foto: Usman Hadi/detikcom
Sleman - Belasan pelajar salah satu SMP di Gunungkidul membuat video asusila saat berada di kelas. Video tersebut kemudian viral di media sosial. Meski sudah ada tindakan yang dilakukan oleh sekolah tempat mereka belajar, kejadian ini dianggap mencoreng wajah pendidikan di Indonesia.

Apalagi pemerintah saat ini sedang berupaya memperkuat pendidikan karakter. Selain itu, pelajar sembrono memakai gawai sehingga perlu pendidikan literasi media agar mereka menggunakan secara benar dan cerdas.

"Yang paling dirugikan adalah pendidikan di Indonesia yang hari-hari ini terus tercoreng dengan banyaknya anomali di mana-mana dan menjangkau semua kalangan," kata Ketua Pusat Pendidikan Karakter UNY, Marzuki saat dihubungi detikcom, Selasa (20/2/2018).

"Jelas ini sangat bertentangan dengan hasil yang diharapkan dengan program penguatan pendidikan karakter oleh Presiden Jokowi melalui Perpres 87 tahun 2017," lanjutnya.

Marzuki menjelaskan, di era milenial seperti sekarang ini anak-anak di bawah umur termasuk pelajar SMP cenderung sembrono memakai gawai. Banyak dari mereka mengupload foto dan video yang tidak senonoh dan bertentangan dengan moral masyarakat.

"Ini jelas berbahaya bagi pendidikan moral, akhlak atau karakter. Mereka (anak-anak di bawah umur) Inginnya terkenal meskipun dengan cara yang enggak bener. Sekolah beserta seluruh warga juga sangat dirugikan, apalagi kalau semua masyarakat sudah tahu (video tersebut)," ucapnya.

Selain masyarakat, siswa yang terlibat pembuatan video dan keluarganya juga dirugikan dalam peristiwa ini. Walaupun perilaku asusila yang dilakukan para siswa ini tanpa ada unsur paksaan, namun tetap saja peristiwa ini mencoreng nama keluarganya.

"Atribut agama yang dipakai (dua siswi) juga akan merugikan agamanya, yang terkesan tidak ada pengaruh jilbab yg dipakainya. Padahal jilbab harusnya dapat menjadi kendali terhadap perilakunya," ungkap Marzuki.

Marzuki menduga, adanya pelajar SMP yang membuat video asusila tersebut dikarenakan mereka belum memiliki kecerdasan literasi media yang cukup. Oleh sebab itu, kata dia, pihak sekolah perlu meningkatkan pendidikan literasi media yang benar kepada siswa.

"Sekolah harus benar-benar melakukan penguatan pendidikan karakter secara benar, sesuai dengan arah Kurikulum 2013 yang terus diperbaiki pelaksanaannya," paparnya.

"Kemudian sanksi harus diberikan secara benar kepada anak-anak yang melakukan hal itu, agar mereka tidak mengulangi lagi. Dinas terkait juga perlu memberikan teguran kepada sekolah agar lebih memperhatikan siswanya," pungkas dia.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed