DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 19:07 WIB

Warga Boyolali Dijanjikan Bisa Menelepon Gratis, Bagaimana Caranya?

Ragil Ajiyanto - detikNews
Warga Boyolali Dijanjikan Bisa Menelepon Gratis, Bagaimana Caranya? Launching program Smart City di Boyolali (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Pemkab Boyolali meluncurkan program smart city dan VOIP (Voice of Internet Protocol). Bupati Boyolali, Seno Samodro, menegaskan 1 juta warganya bisa menelepon gratis melalui program tersebut. Bahkan, Pemkab nantinya tidak membutuhkan banyak pegawai.

Hal itu disampaikannya saat launching program Smart City sekaligus meresmikan gedung Smart City Center yang juga menyimpan server untuk program tersebut. "Melalui gedung Smart City Center ini, Boyolali menuju era digitalisasi," ujar Seno Samodro di kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Rabu (14/2/2018).

"Sekarang kertas ditandatangani. Tetapi 3 bulan ke depan, kertasnya di Boyolali, yang tanda tangan di Papua Nugini bisa. Bupati mau tanda tangan, di Kanada, bisa. Nah aturannya ini disesuaikan sambil konsultasi ke departemen," lanjutnya.

Jumlah pegawai di pemerintahan nantinya juga akan bisa ditekan. Bisa jadi nantinya seorang kepala sesksi dan kepala bidang bekerja tidak punya staf. "Smart city, selesai. Nanti satu kantor bisa dijalankan 10 orang, jangan kaget. Dengan teknologi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga melaunching aplikasi telepon dengan tidak menggunakan pulsa. Yang digunakan nantinya adalah aplikasi telepon yang menggunakan jaringan internet atau disebut VOIP (Voice of Internet Protocol).

"Apa yang saya janjikan untuk satu juta masyarakat Boyolali menelepon gratis akan terwujud, meski saya hanya menyediakan free wifi," kata Bupati Seno.

Pemasangan wifi itu akan dilakukan secara bertahap. Selain dipasang di tempat-tempat publik, juga di setiap kecamatan di 19 kecamatan di Boyolali dan diupayakan agar merata hingga ke pelosok sehingga semua masyarakat bisa menikmati komunikasi gratis ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Boyolali, Abdul Rahman, mengatakan gedung smart city dibangun dengan dana Rp 4,2 miliar. Gedung yang dirancang tahan guncangan gempa 6 SR tersebut akan menjadi data center dan beroperasi 24 jam penuh dengan grade 3 atau paling tinggi.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed