DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 15:21 WIB

Kisah Ori, Rampungkan Kuliah Sambil Hidupi 12 Orang Keluarga di Yogya

Usman Hadi - detikNews
Kisah Ori, Rampungkan Kuliah Sambil Hidupi 12 Orang Keluarga di Yogya Muhammad Imam Bukhori, rampungkan kuliah sambil menghidupi 12 anggota keluarga. Foto: Dok Humas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Yogyakarta - Perjuangan keras harus dilalui mahasiswa HI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2011, yakni Muhammad Imam Bukhori (24) atau yang akrab disapa Ori. Sebab, dia harus menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri karena keluarganya mengalami masalah finansial.

Tidak hanya itu, dia juga harus memboyong keluarga besarnya yang ada di Mesuji Makmur, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan ke Yogyakarta. Hal ini dilakukannya karena kondisi keuangan keluarganya yang memprihatinkan. Bahkan seorang adiknya terpaksa putus sekolah.

Bencana yang dialami keluarganya terjadi akhir tahun 2013 lalu. Semua aset keluarga raib setelah ditipu seorang investor asing. Investor tersebut menawarkan dana pendirian tempat belajar mengaji, asalkan keluarga Ori memberikan sejumlah dana ke investor tersebut.

"Bapak waktu itu ditawari investor asing untuk mendirikan sebuah tempat belajar mengaji. Tetapi diminta untuk membayar sejumlah dana," kata Ori kepada wartawan di UMY.

"Maka kami talangi dengan menggunakan dana dari bisnis kami sebelumnya. Seiring berjalannya waktu kami tersadar kalau kami ditipu," tambahnya.

Akibat musibah itu, pihak keluarga tidak bisa mengirimkan biaya kuliah Ori di Yogyakarta. Ori pun menyadari kondisi yang sedang ditimpa keluarga besarnya. Kemudian dia bertekad menjadi mandiri.

Tidak hanya itu, melihat kondisi keuangan keluarga yang kian terpuruk membuat Ori bertekad memboyong satu per satu keluarganya ke Yogyakarta. Berbekal usaha kuliner 'Rumah Ori' yang dirintisnya sejak 2012, dia yakin bisa menghidupi keluarganya.

"Saya bertekad membawa keluarga saya ke Yogya, karena melihat kondisi tempat tinggal keluarga saya di Sungai Lilin, Tungkal Ilir, yang tidak memadai. Saya juga melihat adik-adik saya yang jarang masuk sekolah karena keterbatasan akses," jelasnya.

Keinginannya memboyong keluarga ke Yogyakarta tidak langsung terwujud dikarenakan keterbatasan biaya. Baru mulai tahun 2014 sampai 2017 satu per satu dia memboyong kerabatnya ke Yogyakarta. Total sudah 12 kerabatnya yang berhasil diboyong.

Usaha yang dilakukan Ori ini bukan tanpa pengorbanan. Dia terpaksa memilih cuti selama dua tahun untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Baru setelah selesai memboyong keluarganya ke Yogyakarta, dia melanjutkan kuliahnya pada pertengahan 2017.

"(Cuti) karena faktor ekonomi keluarga saya yang tertimpa musibah. Saya juga sedang fokus melebarkan bisnis kuliner sambil berusaha membawa keluarga saya satu per satu ke Yogyakarta," sebutnya.

Setelah melanjutkan studi, akhirnya Ori berhasil menyandang gelar sarjana tanggal 10 Februari 2018 lalu. Tidak hanya itu, Ori juga berhasil membiayai keempat adiknya sekolah di Yogyakarta. Termasuk berhasil menyekolahkan adiknya yang sempat putus sekolah.

Saat ini, bisnis kuliner 'Rumah Ori' yang dijalankannya sudah memiliki dua cabang, yakni di SMK Pelayaran, Somodaran, DIY dan di belakang kampus UMY. Dalam menjalankan usahanya ini, Ori juga memanfaatkan jasa pihak ketiga dan melayani pemesanan online.

"Saran saya (dalam berwirausaha), kita harus jeli melihat peluang. Jangan mudah patah semangat dengan kondisi dan keadaan apapun yang menimpa kita," pungkas Ori.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed