ADVERTISEMENT

Polisi Panggil Keluarga Mahasiswa Amikom yang Meninggal Saat Diksar

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 15:12 WIB
Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Haryanto. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polisi masih menyelidiki kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Dwi Aprilianda (18) saat mengikuti Diksar Mapala. Setelah memeriksa pihak kampus dan panitia, polisi akan meminta keterangan keluarga Dwi.

"Pihak keluarga sudah kita undang untuk kita mintai keterangan," kata Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Haryanto, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (7/2/2018).

Meski demikian, dalam surat panggilan pada Senin (5/2) kemarin, keluarga Dwi tidak hadir.

"Mungkin masih suasana berkabung, kita memahami, kita menunggu kesediaan mereka untuk hadir," jelasnya.

Haryanto menjelaskan pihaknya akan minta keterangan terkait riwayat kesehatan Dwi, hingga kemungkinan meminta penjelasan seperti apa hasil pemeriksaan dokter ketika Dwi sempat di rawat di rumah sakit sesaat setelah pingsan waktu mengikuti Diksar.

"Informasi yang kita terima korban mempunyai riwayat sakit, ini akan kita dalami. Kalau perlu nanti kita juga akan minta rekam medis ke rumah sakit," imbuhnya.


Sebelumnya, polisi telah memanggil pihak panitia Diksar. Mereka telah mendatangi Polsek Depok Barat akhir pekan kemarin dan telah membuat laporan polisi. Selain itu, polisi juga telah mengecek lokasi Diksar guna pendalaman penyelidikan.


"Kita akan lihat apakah ada unsur kelalaian dari panitia, atau faktor lain. Ini masih berproses," kata Haryanto.

Dwi Aprilianda, mahasiswa semester 1 jurusan D3 Teknik Informatika meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit, Rabu (31/1) sore. Siang harinya, dia mengikuti kegiatan Mapala di di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman. (sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT