DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 13:21 WIB

Detik-detik Penangkapan Pelaku Pembunuhan Perempuan Dalam Sumur

Rinto Heksantoro - detikNews
Detik-detik Penangkapan Pelaku Pembunuhan Perempuan Dalam Sumur Lokasi penangkapan pelaku pembunuhan Sri Iswanti. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kulon Progo - Pelaku pembunuhan Sri Iswanti (20) dibekuk polisi di rumah mertuanya di Purworejo, Selasa (16/1) malam. Pelaku yang bernama Asiman (43) ditangkap polisi di hadapan istri dan mertuanya.

Pria yang akrab disapa Ass ini merupakan warga Begalangan Kidul, Maron, Probolinggo, Jawa Timur. Saat ditangkap Ass sedang berada di rumah mertuanya, Wagiyanti (63) yang terletak di Dusun Kahuripan, Desa kalirejo, Kecamatan Bagelen, Purworejo.

Penangkapan Ass juga disaksikan langsung oleh sang istri Krisna Wagiyanti (40).

Wagiyanti menceritakan awalnya keluarga tak mengetahui maksud dari kedatangan sejumlah polisi ke rumahnya pada Selasa (16/1) sekitar pukul 21.00 WIB.



Keluarga pun kaget dan bingung. Polisi yang datang dengan menggunakan 3 mobil itu masuk ke dalam rumahnya dan menangkap Ass.

"Kami bingung ada apa ini kok tiba-tiba pak polisi datang terus menangkap menantu saya. Namun akhirnya pak polisi menjelaskan sedikit kalau memang menantu saya itu harus dibawa karena bersalah, terus itu Ass dibawa pakai mobil," cerita Wagiyanti kepada detikcom di rumahnya, Kamis (18/1/2018).


Dengan nada yang gemetar, Wagiyanti meneruskan ceritanya. Tidak hanya menangkap Ass, polisi juga menggeledah beberapa ruangan di rumah itu. Sementara sang istri hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa karena mungkin menyadari kesalahan suaminya tersebut. Penggeledahan berlangsung selama sekitar 1 jam.

"Pak polisi juga menggeledah rumah, nggak tahu cari apa lah. Saya juga hanya bisa pasrah nggak tahu harus bagaimana. Istrinya juga hanya diam nggak bisa ngapa-ngapain," lanjutnya.

Ass sendiri sudah sekitar 5 tahun tinggal di rumah istrinya di Purworejo bersama kedua anaknya dan ibu mertuanya. Sehari-hari, menantu yang jarang berkomunikasi dengan mertuanya ini bekerja sebagai tukang kredit.

Karena jarang berkomunikasi, Wagiyanti mengaku sebelumnya tidak tahu persis mengenai kasus yang menimpa menantunya itu. Bahkan, hubungan asmara antara Ass yang terjalin dengan pemandu lagu dan berujung tragis itu tidak diketahuinya.

"Kalau alamat KTP-nya masih Probolinggo, tapi tinggalnya di sini bersama istrinya yaitu anak saya. Dia pendiam kok mas, jarang ngobrol juga sama saya. Kerjanya itu jadi tukang kredit di bank plecit itu lho, terus kalau masalah dengan cewek itu apalagi sampai ada pembunuhan tadinya saya benar-benar nggak tahu malah," imbuh Wagiyanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa korban pembunuhan yang berprofesi sebagai pemandu lagu diketahui bernama Iswanti warga Dusun Kesambi, Desa Loano, Kecamatan Loano, ditemukan tewas di dalam sumur di area Pantai Glagah, Kulonprogo Yogyakarta. Ass, pelaku pembunuhan kini diamankan di Polres Kulonprogo Yogyakarta.

Polisi dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo hari ini mengungkap bahwa Ass dan Iswanti menjalin hubungan asmara selama 5 tahun. Hubungan ini, kata Ass, juga diketahui oleh istrinya.

Ass mengaku nekat membunuh Iswanti karena cemburu.

"Motifnya cemburu, (korban) dipacari 5 tahun. Akhir ini ada kerenggangan hubungan, korban jalin hubungan dengan pria lain," kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Irfan Rifai.



(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed