DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 21:30 WIB

Merek Cokelat yang Ditemukan Baut di Dalamnya Ditarik dari Pasaran

Wisma Putra - detikNews
Merek Cokelat yang Ditemukan Baut di Dalamnya Ditarik dari Pasaran Rumah produksi cokelat di Bandung. Foto: Wisma Putra/detikcom
Bandung - Cokelat berisi mur dan tali plastik ditemukan di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (4/1). Produsen cokelat di Kabupaten Bandung menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

"Iya betul itu coklat produksi saya," kata Pelly Pelita Wati pemilik usaha coklat itu saat ditemui wartawan di tempat produksi nya di Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Senin (8/1/2018).

Pelly mengungkapkan, ia mengetahui informasi tersebut dari karyawannya dan melihat langsung dari internet.

"Dapat beritanya awalnya dari yang kerja, saya lagi ada hajatan paman. Saya belum lihat apakah (informasi) itu benar atau tidak, beberapa orang hubungi saya. Karena di TV saya tidak lihat, saya lihatnya di YouTube, ternyata itu merk (cokelat) milik saya, ada mur baut," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]


Pantauan detikcom, tempat produksi coklat milik Pelly, sementara berhenti produksi. Alat-alat produksi pembuatan cokelat dan bahan baku cokelat tersusun rapi di sebuah ruangan yang ada di tempat produksi tersebut.

Ia menjelaskan penemuan mur baut yang ada di cokelat produksinya merupakan kelalaian karyawan nya.


"Dari bahan tidak ada, mungkin kelalaian pekerja, karena yang diketahuinya satu biji saja, kalau banyak tidak mungkin, saya pilih bahan selektif karena tidak murahan," jelasnya.

Dengan ada kejadian ini, ia akan lebih berhati-hati lagi agar kejadian itu tidak terulang kembali.

"Setelah ada kejadian ini dari sekarang akan lebih hati-hati lagi," kata Pelly.

Pelly mengaku BPOM sudah datang langsung ke tempat produksinya.

"BPOM Bandung sudah kesini untuk mengecek tempat produksi," ujarnya.

Di tempat produksi, menurut Pelly BPOM mencek semua barang (alat), bahan dan kebersihan.

"Aman tidak ada apa-apa cuman kamar mandi harus disekat," ujar Pelly.

Pelly menuturkan, produksi cokelat rumahan miliknya sudah berjalan hampir selama empat tahun dan sudah disalurkan ke beberapa daerah di Jawa.

Ia mengungkapkan, kejadian itu baru pertama kali terjadi. Dengan ada kejadian itu, cokelat yang diproduksinya akan ditarik dari pemasaran.

"Saya langsung tindak, karena banyak konsumen yang nelepon, langsung saya membuat surat penarikan barang," ungkapnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed