Di hadapan petugas, lima napi ini mengaku hanya ikut kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas saat sholat Jumat. Namun saat sudah di luar, mereka mengaku bingung mau kabur kemana mengingat jauh dari sanak saudara.
Dikatakan Samaludin, dia hanya mengikuti dua temannya, Sony dan Cahyo, yang berinisiatif kabur. Menurut napi narkoba asal Aceh Besar yang divonis hukuman seumur hidup itu, mereka kabur memanjat dinding belakang Lapas melalui layos besi tenda yang memang sebelumnya telah disembunyikan kedua pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Loncat Pagar Belakang, 7 Napi Lapas Pekalongan Kabur
Namun, setelah di luar Lapas, dirinya justru kebingungan mau lari kemana. Dia sangat asing dengan peta Jawa Tengah dan tidak memiliki sanak saudara di daerah tersebut. "Setelah di luar saya bingung mau kabur kemana tidak ada alamatnya," jelasnya.
Hal yang sama juga dialami oleh Fahrial (38), napi 6 tahun kasus narkoba asal Jakarta dengan sisa hukuman 3,5 tahun. "Dari layos lompat tembok. Sampai di luar bingung mau kemana," jelasnya.
Baca juga: Ini Kronologi Kaburnya 7 Napi di Lapas Pekalongan
Dari 7 napi yang kabur tersebut, 4 orang berhasil ditangkap kembali yakni Salamudin, Syamsudin, Sony Wiliam dan Farial Daulay. Seorang lainnya menyerahkan diri yakni Edii Gunawan. Sedangkan dua lainnya saat ini masih diburu yaitu Firman Raman Putra dan Dwi Cahyono.
Hingga malam ini, belum ada pernyatan resmi dari pihak Lapas Pekalongan terkait kaburnya tujuh warga binaannya. (mbr/mbr)











































