DetikNews
Selasa 26 Desember 2017, 12:30 WIB

Nyatanya, Masih Ada Tarif Parkir Nuthuk di Alun-alun Yogya Hari Ini

Ristu Hanafi - detikNews
Nyatanya, Masih Ada Tarif Parkir Nuthuk di Alun-alun Yogya Hari Ini Suasana di Alun-alun Utara Yogyakarta, Selasa (26/12/2017). Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Yogyakarta - Meski telah ditetapkan sebagai kawasan larangan parkir kendaraan oleh Dinas Perhubungan Kota Yogya, namun praktik parkir liar di seputaran Alun-alun Utara Yogyakarta masih terus berjalan.

Praktik nuthuk tarif parkir pun masih berlangsung meski sebelumnya menuai protes dari publik karena memungut tarif di luar ketentuan retribusi parkir.

Pantauan detikcom di kawasan Alun-alun Utara, Selasa (26/12/2017) pukul 10.50-11.40 WIB, tampak puluhan kendaraan berderet parkir di tepi jalan sisi timur dan barat lapangan Alun-alun. Padahal tampak jelas di beberapa titik tersebut terpasang rambu dilarang parkir. Kendaraan yang parkir didominasi mobil pribadi berpelat polisi luar DIY. Ada juga beberapa mobil pelat DIY.

Menurut penuturan salah satu pengemudi mobil yang memarkir kendaraan di Alun-alun Utara, Arlan warga Condongcatur, Sleman, dia terpaksa parkir di lokasi tersebut karena bingung mencari lahan parkir. Sebelum memutuskan parkir di Alun-alun, ia telah memutari beberapa titik parkir.

"Parkir mobil penuh," ujarnya, ketika ditemui di sisi Alun-alun Utara Yogya.



Tarif parkir yang dipungut melebihi ketentuan juga dianggapnya tidak masalah karena menurutnya kondisi saat ini terbilang situasional di masa libur seperti saat ini.

"Ini sekali parkir Rp 10.000, pernah dulu dipungut Rp 15.000. Mau bagaimana lagi," imbuhnya.

Terkait nuthuk tarif parkir, Setiawan, seorang pengendara sepeda motor yang parkir di sisi barat Alun-alun Utara juga mengeluhkan tingginya tarif parkir.

"Ini parkir motor Rp 5.000," kata warga asal Wonosari ini yang sedang berwisata di Keraton bersama anak istrinya.


Sebelumnya, Plt Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogya, Imanuddin Aziz menjelaskan bahwa tarif parkir resmi untuk mobil yakni Rp 2.000. Tarif ini diatur dalam Perda No 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum.

"Kalau sisi tarif, itu mestinya mobil Rp 2.000, bus besar Rp 20.000, dan bus sedang 15.000. Itu berdasarkan Perda No 5 Tahun 2012, tentang Retribusi yang di dalamnya mengatur tentang parkir tepi jalan umum," jelas Aziz kepada detikcom, Senin (25/12).
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed