Detik-detik Tebing Longsor di Magelang yang Tewaskan 8 Penambang

Detik-detik Tebing Longsor di Magelang yang Tewaskan 8 Penambang

Pertiwi - detikNews
Senin, 18 Des 2017 18:04 WIB
Ahmad Martanto (Foto: Pertiwi/detikcom)
Magelang -

Ahmad Martanto (34), warga Dusun Jamblangan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, tak mengira, gara-gara hendak menambang longsoran pasir di area penambangan Bego Pendem, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, belasan rekannya justru menemui petaka.

Nasib Martanto sendiri sangat beruntung, lantaran dirinya tidak sampai meregang nyawa meski berada di lokasi longsor yang merenggut nyawa delapan penambang dan delapan lainnya luka berat.

"Saya sebenarnya berniat menambang juga, namun saat kejadian saya sedang ada di depan lokasi longsoran," ujar Martanto kepada detik.com, di RSUD Muntilan, Senin (18/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Magelang Menjadi 8 Orang


Dia menceritakan, pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya bersama Royani dan Samsuri, sesama warga Dusun Jamblangan mendatangi lokasi penambangan untuk mengambil pasir sisa longsoran pada Minggu (17/12/2017) malam yang membuat gundukan pasir tercipta dari material longsoran tebing tersebut.

"Tadi pagi juga ada longsoran sedikit. Saya bersama sekitar 20 orang penambang lain kemudian berniat mengambil pasir bekas longsoran tersebut," ungkap bapak dua anak ini.

Tak berselang lama, para penambang langsung melakukan aktivitas masing-masing. Sementara Martanto berjalan menuju warung kecil yang berlokasi tak jauh dari area penambangan.

"Saya mau nyari nasi bungkus, baru berjalan beberapa meter, pemilik warung dan orang-orang yang sedang duduk berteriak-teriak ada longsor," tuturnya.

Baca juga: 8 Penambang Pasir di Magelang Tewas karena Longsor Susulan

Detik-detik Tebing Longsor di Magelang yang Tewaskan 8 PenambangLongsor tambang pasir di Srumbung (Foto: BPBD kabupaten Magelang)



Seketika dirinya berbalik dan mendapati tebing telah luruh, menimbun para penambang yang tidak sempat menyelamatkan diri.

"Mereka (korban) tidak ada yang sempat berlari menyelamatkan diri karena tebing tiba-tiba saja langsung longsor. Saya langsung menolong salah satu teman saya yang tertimbun setengah badan," ungkapnya.

Dia mengaku sama sekali tidak menyangka akan terjadi longsor, lantaran tidak ada petunjuk ataupun tanda-tanda sebelumnya.

"Biasanya ada reaksi kecil, guguran, maupun tanda lainnya. Tapi ini sama sekali tidak ada tanda langsung longsor," terangnya.


Baca juga: Ini Nama-nama Korban Longsor Tambang Pasir di Magelang


Saat kejadian, Ahmat mengaku sempat shock dan gemetar karena kaget, namun dirinya langsung bereaksi melihat temannya tertimbun material.

"Setelah teman saya berhasil dievakuasi, saya langsung menyusul ikut ke Rumah Sakit," katanya.

Seperti yang diketahui, delapan orang penambang ditemukan meninggal dunia dan delapan lainnya luka berat akibat tertimpa material longsoran di area penambangan Bego Pendem, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran kondisi di lapangan serta sulitnya medan. Tiga alat berat sempat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban.

(mbr/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads