DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 15:11 WIB

8 Penambang Pasir di Magelang Tewas karena Longsor Susulan

Pertiwi - detikNews
8 Penambang Pasir di Magelang Tewas karena Longsor Susulan Suasana di depan RSUD Muntilan (Foto: Pertiwi/detikcom)
Magelang - 5 dari 8 orang korban meninggal dunia akibat musibah longsor penambangan berasal dari Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Warga menjelaskan, para korban tertimbun oleh longsor susulan yang terjadi pagi tadi. Sedangkan longsor pertama terjadi tadi malam.

Kelimanya warga Jumoyo itu diketahui memang berprofesi sebagai penambang manual dan masih berusia muda. "Kelimanya warga saya, masih muda-muda itu. Usia sekitar 25-30 tahun" jelas Kepala Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Sungkono kepada detikcom, di RSUD Muntilan.

Baca juga: Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Magelang Menjadi 8 Orang

Dia mengatakan, kelimanya pergi menambang seperti biasa. Mereka menuju lokasi penambangan Cawang, di alur Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

"Kebetulan di lokasi itu tadi malam longsor sehingga pasirnya menumpuk. Kelimanya bersama penambang lain kemudian mau mengangkut pasir itu pagi jam 10 pagi," ungkap Sungkono.

Ketika mereka mengambil pasir hasil longsoran, tiba-tiba tebing kembali mengalami longsor susulan. Mereka kemudian tertimbun material pasir dan batu dari tebing setinggi 25 meter tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Dusun Kemburan, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Mugiyono menambahkan, kelima pemuda tersebut ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Kelimanya antara lain Tri Yuni, Zaenudin, Mat Haedi, Iwan, Heri," terang Mugiyono.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed