DetikNews
Sabtu 16 Desember 2017, 19:04 WIB

Korban Dukun Pengganda Uang di Batang Bertambah

Robby Bernardi - detikNews
Korban Dukun Pengganda Uang di Batang Bertambah Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Korban pembunuhan yang dilakukan oleh dukun pengganda uang, Muslimin (45) warga warga Dukuh Segan, Desa Sawangan, Gringsing bertambah satu lagi. Total jumlah korban menjadi tiga orang.

Korban ketiga ini diduga bernama Muhamad Luthfi Abdilah bin Sopyan (26) warga Desa Gondang, Cepiring, Kendal. Adanya Korban ketiga ini berdasarkan laporan ayah korban yang kehilangan anaknya sejak bulan Maret 2016.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga menjelaskan, pada tanggal 15 Desember 2017, seorang warga yakni ayah korban yang bernama Sofyan, mendatangi Mapolsek Gringsing untuk memberikan laporan dirinya kehilangan anaknya sejak Maret 2016.
Rumah Muslimin, dukun pengganda uangRumah Muslimin, dukun pengganda uang Foto: Robby Bernardi/detikcom

"Ia mejelaskan dan melaporkan anaknya yang bernama Muhamad Luthfi meninggalkan rumah sejak Maret 2016 untuk menemui sesorang yang bernama Limin (pelaku)," katanya.

Berdasarkan laporan tersebut dilakukan pendalaman dan pemeriksaan kembali pada pelaku yakni Muslimin yang biasa disebut Limin tersebut.

"Kita dalami dan ternyata benar. Ada pengakuan tersangka, dia membunuh Luthfi," katanya.

Korban ketiga yang diduga bernama Muhamad Luthfi ini, dikubur pelaku di dekat rumah. Lokasi di sebuah kebun yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah pelaku.

Dari keterangan pelaku dan saksi-saksi inilah petugas Kepolisian Resor Batang menuju lokasi tempat mengubur korban ketiga.

"Ini korban ketiga yang kita temukan dari satu pelaku, namun beda kasus ya. Kalau yang ketiga ini kasusnya hutang piutang," katanya.

Menurutnya kasus yang ketiga ini murni karena hutang piutang tidak termasuk dalam penggandaan uang sebagaimana dalam kasus korban pertama.

Dia menambahkan polisi masih terus memeriksa pelaku. Pihaknya juga belum memastikan jumlah korban yang dibunuh pelaku. Ia mengatakan bila ada warga yang merasa kehilngan anggota keluarganya untuk melaporkan kepada polisi.

"Belum bisa pastikan korban lebih dari tiga, masih kami dalami. Silahkan saja bagi warga masyarakat Grinngsing (Batang) dan sekitarnya, bila punya keluarga yang meningggalkan rumah tanpa keterangan yang pasti bisa datang ke polsek untuk kita dalami apakah ada kaitanya dengan kasus yang kami tangani ini," katanya.

Sementara itu, saat disinggung status istri pelaku, yakni Sawiyah (42), warga warga Dukuh Segan, Desa Sawangan, Gringsing, dia menegaskan masih berstatus saksi.

"Terkait istri pelaku, sampai saat ini hasilnya, kami belum ditemukan keterlibatan istri pelaku dari kasus tiga pembunuhan ini," katanya.

Sebelumnya polisi mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Muslimin pada dua korbannya yang sama-sama dikubur dalam kebun sengon di Desa Sawangan Kecamatan Gringsing.

Korban pertama yang ditemukan yakni Restu Novianto (37) warga Plelen Lor Gringsing, yang hilang sejak 15 Noveber 2017. Pada kasus pertama ini motifnya penggandaan uang kemudian dibunuh dan menguasai motor milik korban.

Korban lainnya bernama Slamet Alias Sugeng (50) warga Dukuh Sambongrejo RT 01/ RW 03, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing yang hilang sejak sejak tanggal 2 Desember 2014 dengan motif ingin menguasai uang milik korban sebanyak Rp 104 Juta.

Korban ketiga yang ditemukan hari ini adalah M. Luthfi. Sementara itu, setelah dilakukan evakuasi korban ketiga ini dilakukan autopsi oleh tim Dokkes dan DVI Polda Jateng. Jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed