DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 13:26 WIB

Mendikbud Minta Buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Ditarik

Usman Hadi - detikNews
Mendikbud Minta Buku Yerusalem Ibu Kota Israel Ditarik Foto: Usman Hadi/detikcom
bantul - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memastikan buku pelajaran yang di dalamnya menerangkan Yerusalem Ibu Kota Israel meminta ditarik dan tidak akan digunakan lagi.Sebab mulai semester depan sudah diterapkan kurikulum K-13.

"Untuk tahun depan (Buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel') sudah akan dihapus. Karena itu untuk kurikulum 2006. Sedangkan semester depan sudah berlaku kurikulum K-13," kata Muhadjir kepada wartawan sesuai meresmikan Taman Tino Sidin di Jalan Tino Sidin nomor 297, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Kamis (14/12/2017).

Terkait adanya buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel' di buku pelajaran kelas 6 Sekolah Dasar yang masuk kategori Buku Sekolah Elektronik (BSE) di laman Kemendikbud, Muhadjir menjelaskan itu hanyalah kekhilafan. Pihaknya berjanji ke depannya akan lebih teliti lagi.

"Kekhilafannya di dua pihak. Pertama pihak penulis, kedua tim peneliti atau tim penilai dari Kemendikbud," ungkapnya.

Muhadjir membenarkan memang buku pelajaran kontroversial ini resmi diunggah oleh Kemendikbud. Hak cipta buku tersebut, kata Muhadjir, sudah dibeli oleh Kemendikbud dan bisa diakses oleh siapapun termasuk penerbit.

"Termasuk penerbit yang ingin mencetak untuk dijual juga boleh. Tidak harus bayar kepada Kemendikbud, boleh mengunduh. Karena itu merupakan salah satu program Kemendikbud untuk memperluas akses dan bahan ajar buku-buku pelajaran yang murah," pungkasnya.

Dia juga meminta buku yang dikeluarkan penerbit tersebut untuk segara ditarik dari peredaran. Apalagi buku itu beredar tanpa dinilai oleh Kemendikbud.

"Memang ada buku yang kesalahannya sama, tetapi itu tidak bersumber dari naskah resmi dari Kemendikbud. Jadi dia membikin naskah sendiri tanpa izin, tanpa dinilai oleh Kemendikbud (isinya) ternyata salah juga," kata Muhadjir.

"Kalau yang buku (Yerusalem Ibu Kota Israel) tidak melalui (penilaian) Kemendikbud saya minta ditarik," lanjut dia.

Sementara Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diunggah Kemendikbud yang di dalamnya terdapat kesalahan sama, menurut Muhadjir BSE ini masih akan digunakan. Dengan catatan sebagian isi buku yang salah akan segera diperbaiki Kemendikbud.

"Jadi pusat kurikulum dan perbukuan Kemendikbud akan membuat naskah ralatnya. Mudah-mudahan hari ini sudah selesai naskah ralat itu," ungkapnya.

Muhadjir melanjutkan, pihaknya saat ini masih berupaya menelusuri penyebab lolosnya keterangan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh tim penilai Kemendikbud. Namun dia menduga lolosnya keterangan itu hanyalah kekhilafan tim penilai buku.

"Saya yakin itu tidak ada (unsur) kesengajaan," pungkas Muhadjir.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed