Atas penetapan sepihak AS, mereka menganggap Pemerintahan Amerika Serikat menunjukkan karakter yang angkuh, arogan dan tidak menghargai keberadaan negara-negara lain. Bahkan, kondisi tersebut dinilai mampu memancing instabilitas baru di dunia.
Ketua IKA PMII Rembang, Abdul Aziz menyebutkan, pihaknya mendukung sepenuhnya sikap tegas Presiden Joko Widodo yang menolak penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sehingga ia meminta agar Presiden bisa segera melakukan langkah-langkah yang strategis dan nyata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia meminta agar Presiden Jokowi dapat mengundang para tokoh dan organisasi keagamaan di Indonesia untuk membangun kesepahaman, sikap dan langkah bersama. Jika tak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan muncul kelompok agama yang membuat gerakan anti Amerika Serikat.
Menurutnya yang paling santer, yakni ancaman pemboikotan produk dan aset Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Hal tersebut justru bakal menimbulkan instabilitas dan goncangan sosial yang tidak terkendali di dalam negeri, serta akan berdampak rawan terhadap posisi Indonesia di dunia internasional.
"Sebab jika hal itu tidak tercapai, dikhawatirkan akan muncul kemarahan dan ketidakpuasan masyarakat, khususnya umat Islam, yang bisa secara massif menjadi gerakan anti Amerika Serikat. Padahal hal tersebut justru mempengaruhi stabilitas negara kita sendiri," kata Aziz.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anggota IKA PMII membubuhkan tanda tangan pada selembar kain putih. Tandatangan ini akan dikirim kepada staff kepresidenan di Istana, meyertai surat berisi pernyataan sikap. (sip/sip)











































