Yogya Punya Toilet Umum Bertaraf Internasional Rp 5,7 M, Seperti Apa?

Edzan Raharjo - detikNews
Selasa, 28 Nov 2017 09:45 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X cek toilet umum yang baru rampung dibangun ini. Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Proyek pembangunan toilet yang diklaim bertaraf internasional ditargetkan selesai akhir Desember ini. Toilet bertaraf internasional ini dibangun di bawah tanah di jalan Panembahan Senopati atau di depan kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta.

Toilet yang dibangun tak jauh dari Jalan Malioboro dan di bawah tanah ini dibangun dengan biaya Rp 5,7 miliar. Plt Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Muhammad Mansur menjelaskan proyek toilet ini dikerjakan selama 6 bulan.

"Tarafnya internasional, bisa dilihat kayak di bandara. Di toilet-toilet yang sifatnya untuk publik. Itu intinya bisa dipakai sudah sesuai standar internasional. Karena yang memakai kan tidak hanya domestik tetapi juga wisatawan asing kan," kata Muhamad Mansur usai hadiri Rapur di DPRD DIY, jalan Malioboro, Senin (27/11/2017) malam.

Dari sisi konstruksi untuk bangunan gedung menurutnya sama saja dengan bangunan bawah tanah yang lain. Namun yang membedakannya, kata Mansur, adalah bahan material dan aksesoris. Contohnya bahan-bahan materialnya, kubikal, kloset, dan aksesoris lainnya.

"(Lantai, dinding) Sejenis (marmer), dari lokal semua. Tidak ada yang impor,"katanya.

Toilet ini dua jenis kloset duduk dan jongkok. Kemudian ada ruangan khusus untuk difabel. Disediakan pula ruang laktasi untuk ibu menyusui.



"Kalau wisatawan asing dikasih kloset jongkok kan nggak mungkin to. Itu salah satunya, kira-kira seperti itu, jadi sesuai standar internasional," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah meninjau langsung toilet ini Senin (27/11). Beberapa catatan diberikan Sultan salah satunya soal kemiringan lantai yang dinilainya kurang sehingga menimbulkan genangan air.

Selain itu, Sultan juga mengeluhkan baunya yang pesing. Padahal toilet ini belum dibuka untuk umum. (sip/sip)