Rumah Korban Tebing Longsor di Kulon Progo Dibangun Memotong Bukit

Rumah Korban Tebing Longsor di Kulon Progo Dibangun Memotong Bukit

Ristu Hanafi - detikNews
Sabtu, 25 Nov 2017 10:26 WIB
Rumah Korban Tebing Longsor di Kulon Progo Dibangun Memotong Bukit
Longsor menimpa rumah warga di Kulon Progo (Foto: dok. BPBD Kulon Progo)
Kulon Progo - Rumah korban tebing longsor di Dukuh Ngruno, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, yang memakan satu korban jiwa dibangun dengan cara memotong bukit. Lokasinya berada di tanah labil dan sewaktu-waktu mudah longsor.

"Rumahnya itu dibangun baru sekitar tiga tahun ini, di gundukan (bukit) tanah yang dikepras (dipotong) lalu didirikan rumah. Berjarak sekitar satu meter di bawah dinding tegak tebing 90 derajat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Gusdi Hartono, Sabtu (25/11/2017).

Menurutnya, meski kawasan Dusun Ngruni tidak masuk wilayah berpotensi bencana longsor, namun tanah di lokasi kejadian tergolong labil karena tanahnya wadas bercampur tanah lempung. Jika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, bisa memicu longsor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terbukti dini hari tadi, sekitar pukul 01.30 WIB, rumah milik Hadi Subarjo (56) tertimpa longsoran tebing setinggi delapan meter. Volume longsoran cukup besar mencapai lebar enam meter dan ketebalan dua meter.

Baca juga: Tebing Longsor Menimpa Rumah di Kulon Progo, 1 Warga Tewas


Akibat kejadian tersebut, menantu Subarjo, Bernaditus Setyo Tri Priyanto (32) tewas setelah tertimbun dinding rumah yang ambrol terkena longsoran. Istri Setyo, Riyani (30) mengalami luka lecet di tangan. Sedangkan amak Subarjo lainnya, Rio Praditya Andika Diotama (12) mengalami luka di bagian kepala.

"Saya tidak tahu rumah itu berizin atau tidak, karena kami hanya berwenang menangani kebencanaannya saja. Kita tadi di lokasi sudah melakukan penanganan awal, memberi sosialisasi kepada pemilik rumah dan tetangganya agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan ini. Untuk lokasi kejadian memang masih berpotensi longsor susulan," jelas Gusdi. (mbr/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads