"Rumahnya itu dibangun baru sekitar tiga tahun ini, di gundukan (bukit) tanah yang dikepras (dipotong) lalu didirikan rumah. Berjarak sekitar satu meter di bawah dinding tegak tebing 90 derajat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Gusdi Hartono, Sabtu (25/11/2017).
Menurutnya, meski kawasan Dusun Ngruni tidak masuk wilayah berpotensi bencana longsor, namun tanah di lokasi kejadian tergolong labil karena tanahnya wadas bercampur tanah lempung. Jika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, bisa memicu longsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tebing Longsor Menimpa Rumah di Kulon Progo, 1 Warga Tewas
Akibat kejadian tersebut, menantu Subarjo, Bernaditus Setyo Tri Priyanto (32) tewas setelah tertimbun dinding rumah yang ambrol terkena longsoran. Istri Setyo, Riyani (30) mengalami luka lecet di tangan. Sedangkan amak Subarjo lainnya, Rio Praditya Andika Diotama (12) mengalami luka di bagian kepala.
"Saya tidak tahu rumah itu berizin atau tidak, karena kami hanya berwenang menangani kebencanaannya saja. Kita tadi di lokasi sudah melakukan penanganan awal, memberi sosialisasi kepada pemilik rumah dan tetangganya agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan ini. Untuk lokasi kejadian memang masih berpotensi longsor susulan," jelas Gusdi. (mbr/mbr)











































