DetikNews
Kamis 23 November 2017, 20:25 WIB

Angin Kencang Banyak Terjadi di DIY Sepanjang Tahun 2017

Edzan Raharjo - detikNews
Angin Kencang Banyak Terjadi di DIY Sepanjang Tahun 2017 Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Sepanjang tahun 2017, angin kencang banyak terjadi di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedikitnya ada 97 kejadian angin kencang yang melanda DIY.

Selain itu, intensitas curah hujan yang terjadi wilayah di DIY juga mengalami peningkatan. Akibatnya terjadi angin kencang dan longsor di sejumlah lokasi.

"Kejadian angin kencang di Sleman di kawasan Merapi bagian selatan sudah ada 60 kejadian. Kemudian di Kabupaten Bantul terdapat 27 kejadian dan di Kulonprogo 10 kejadian," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Krido Suprayitno di kantor BPBD DIY di Jl Kenari, Yogyakarta, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya kasus tersebut membuktikan bahwa situasi perkembangan cuaca menuju ke cuaca ekstrim. Angin kencang karena perubahan pancaroba sehingga eskalasi curah hujan meningkat. Hal itu juga menyebabkan perubahan cuaca yang kemudian berdampak lainnya seperti pohon tumbang.

"Di Sleman didominasi pohon tumbang, beberapa baliho roboh. Ini yang menyebabkan perbedaan tahun 2017 dengan 2016. Tahun 2016 lalu banyak longsor di Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo," kata Krido.

Dia menambahkan jumlah kerugian untuk di Sleman mencapai Rp 900 juta. Sedangkan total untuk 3 kabupaten, lebih dari Rp 1 miliar. Untuk di Bantul saat ini relatif sedikit, sementara untuk di Kulonprogo selain pohon tumbang juga harus di waspadai tanah longsor. Kerusakan yang paling banyak adalah infrastruktur seperti tebing di pedesaaan atau pemukiman.

"Korban jiwa atau luka tidak ada, (kerusakan) benda atau barang-barang tetapi bukan harta benda ya," katanya.

Dia memprediksikan puncak hujan terjadi pada bulan Februari yang diawali bulan Desember tahun ini. Tetapi secara faktual pada bulan November sudah terjadi.

"Saat ini perlu kewaspadaan semua komponen. Untuk saat ini belum darurat bencana dan masih bisa ditangani dengan reguler dengan dana-dana yang ada," pungkas Krido.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed