DetikNews
Jumat 17 November 2017, 22:30 WIB

Sultan HB X, Nakamura dan Roemani Peroleh Muhammadiyah Award

Usman Hadi - detikNews
Sultan HB X, Nakamura dan Roemani Peroleh Muhammadiyah Award Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima penghargaan Muhammadiyah Award. Penghargaan ini diberikan dalam acara milad Muhammadiyah ke-105 di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta.

Selain Sultan HB X, tokoh lainnya yang menerima penghargaan yakni peniliti asal Jepang, Profesor Mitsuo Nakamura dan H. Roemani yang saat menerima penghargaan diwakili cucunya. Ketiga tokoh ini dianggap berjasa kepada ormas Muhammadiyah.

Penghargaan Muhammadiyah Award ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Sesuai menerima penghargaan, ketiga tokoh tersebut satu per satu dipersilakan menanggapi penghargaan ini.

"Saya sangat terharu karena menerima penghargaan Muhammadiyah Award," ucap Nakamura sesuai menerima penghargaan, Jumat (17/11/2017)

Nakamura mendedikasikan penghargaan ini untuk keluarga dan warga Muhammadiyah di Kotagede, Kota Yogyakarta. Karena atas bantuan warga Muhammadiyah Kotagede, akhirnya dia berhasil merampungkan penelitiannya.

Sementara dalam sambutannya, Sri Sultan HB X juga menyampaikan terimakasih atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya penghargaan ini sejatinya adalah penghargaan buat para pendahulu di Keraton Ngayogyakarta.

"(Semoga semakin terjalin) hubungan erat antara keraton dengan Muhammadiyah," katanya.
Acara Milad Muhammadiyah ke-105Acara Milad Muhammadiyah ke-105 Foto: Usman Hadi/detikcom

Dalam acara itu, sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara Milad Muhammadiyah ke-105 di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta. Mereka itu di antaranya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy dan Ketua Umum PKS M. Sobibul Iman.

Wakil Ketua Bidang Acara Panitia Milad Muhammadiyah ke-105, Dody menerangkan, tema yang diambil dalam perayaan kali ini adalah' Muhammadiyah Merajut Kebersamaan'. Hampir semua tokoh nasional seperti Ketum Parpol dan kabinet kerja diundang.

"Temanya merekat kebersamaan, jadi karena kami melihat kondisi bangsa yang terancam tercerai berai dengan kondisi sekarang. Kami mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali untuk merekat kebersamaan," kata Dody disela-sela acara.

Apalagi sebentar lagi negara Indonesia akan melangsungkan pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019. Oleh sebab itu diperlukan kesamaan visi untuk menjaga persatuan. "Jangan sampai hal itu merenggangkan persatuan kita," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed