Korban bernama, Wajiyo (60), yang ditemukan gantung diri di garasi miliknya. Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
"Korban ditemukan gantung diri pukul 02.30 WIB," kata Kanit Inafis Polres Bantul, Aiptu Tono Wibowo saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Selasa (7/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu dicari, ternyata (korban) sudah tergantung digarasi. Kemudian istri korban dibantu beberapa orang menurunkan korban ke lantai, tetapi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.
Mendapati korban meninggal lanjut dia, tetangga korban lalu melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat. Setelahnya petugas Polsek Kretek mendatangi TKP.
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Kretek, ternyata tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal murni karena gantung diri," ucapnya.
Kasus gantung di Kecamatan Kretek ini bukan pertama kali terjadi. Polres Bantul mencatat tahun ini sampai 7 November 2017 ada enam kasus gantung diri.
Menurut Tono, kasus gantung diri di Bantul ini menurun bila dibanding kasus di tahun sebelumnya. Di tahun 2015 pihaknya mencatat ada 17 kasus gantung diri, tahun 2016 ada 22 kasus dan di tahun 2017 ada enam kasus.
"Kemungkinan kesadaran (masyarakat) sudah bagus," jabarnya.
Menurunnya kasus gantung ini di Bantul, kata Tono, tak bisa dilepaskan dari kinerja tim penanggulangan gantung diri yang dibentuk kepolisian. Di dalam tim ini setiap bhabinkamtibmas diberikan tugas melakukan pendampingan ke warga.
"Bhabinkamtibmas memberikan arahan. Gantung diri itu sesat dan dosanya tidak diampuni," jelasnya.
Kebanyakan motif para korban melakukan gantung diri, menurut Tono karena faktor usia lanjut dan sakit-sakitan. Bukan karena faktor ekonomi atau karena mitos pulung gantung yang dipercayai sebagian masyarakat DIY.
"Kebanyakan karena faktor sakit-sakitan. Seperti kasus gantung diri di Kecamatan Kretek pagi ini, korban itu berkecukupan, punya mobil. Tetapi karena sakit-sakitan akhirnya korban mengakhiri hidupnya," pungkas dia. (bgs/bgs)











































