Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Sri Rahayu menyebutkan ratusan desa tersebut berasal 15 Kecamatan se Kabupaten Blora. Praktis, hanya ada satu Kecamatan di Blora yang terbebas dari kekeringan, yakni Kecamatan Kradenan.
Kekeringan di Blora memang terjadi setiap tahun. Setiap datang musim kemarau pasti terjadi kekeringan. Tahun ini tinggal satu kecamatan saja, yang terbebas dari kekeringan," ungkap Sri Rahayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari BPBD berupaya semaksimal mungkin kepada masyarakat untuk memberikan bantuan air bersih," tambahnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Blora, Handoko menambahkan anggaran yang diterima BPBD Blora dalam penyaluran bantuan air bersih senilai Rp 77 juta. Saat ini telah terdistribusi sebanyak 70 persen.
"Masih ada beberapa pedukuhan dan kelurahan yang belum mendapatkan suplai air bersih. Sementara penyaluran baru 200-an tangki dari total anggaran sebanyak 323 tangki," kata dia.
Oleh karena ada ratusan desa yang terdampak lanjut Handoko, bantuan atau droping air bersih dilakukan secara bertahap. Selain droping air bersih, BPBD juga rutin melaksanakan sosialisasi di setiap desa agar menghemat penggunaan air. Harapannya agar kekeringan tidak semakin meluas. (bgs/bgs)











































