"Gratis, niatnya biar menambah peseduluran (saudara)," katanya saat ditemui detikcom di Seloharjo, Pundong, Bantul.
Widodo adalah warga Dusun Kalipakem, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Sehari-harinya pemuda ini berprofesi sebagai petani. Pada musim ini dia menanam cabai rawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya sawah milik Widodo tidak begitu luas, hanya sekitar 100x75 meter. Sedangkan lahan yang ditanami cabai rawit hanya 13x8 meter. Meski sedikit, dia berharap cabai rawit yang dia tanam bermanfaat bagi orang banyak.
"Mulai panennya sejak dua minggu yang lalu, tapi enggak saya jual, cuma dikasih-kasihkan kepada tetangga," katanya.
Dia pun mengaku senang dapat berbagi ke yang lainnya, meski yang dibagikannya itu hanya berupa cabai rawit. Namun menurutnya, mulai banyak yang mengapresiasi apa yang dilakukannya ini.
"Saya senang sekarang banyak orang yang menghargai usaha keras kami (petani cabai)," ucapnya.
Seorang warga yang sedang memetik cabai rawit, Joko Sularno (54), mengaku penasaran dengan sosok Widodo, yang beberapa waktu lalu viral di media sosial karena menawarkan cabai rawit gratis. Oleh karenanya dia memutuskan datang langsung ke sawah milik Widodo.
"Saya tahunya dari facebook," kata warga Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta ini.
Joko mengaku tertarik memetik cabai rawit karena ingin kenal lebih dekat dengan sosok Widodo. Selain itu kedatangannya untuk belajar langsung menanam cabai rawit langsung dari petani.
"Apa yang dilakukan (Widodo) menurut saya luar biasa sekali, ini baru pertama kali ada petani menggratiskan (hasil tanamannya)," pungkasnya. (bgs/bgs)











































