Pedagang Garam di Pasar Legi Solo Keluhkan Pasokan Menipis

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 25 Jul 2017 11:24 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Harga garam di Pasar Legi Solo melambung hingga dua kali lipat. Penyebabnya ialah minimnya pasokan garam dari daerah penghasil garam di Pati dan Rembang, Jawa Tengah.

Pantauan detikcom di toko milik Wardoyo, stok garam tak terlihat langka. Namun setelah dikonfirmasi, garam tersebut merupakan stok terakhir miliknya. Hal itu disebabkan pasokan yang minim.

"Stoknya cuma ini, di gudang sudah habis. Carinya susah. Untuk garam industri (kasar) yang harga normalnya dulu Rp 900/kg. Bulan lalu naik Rp 2 ribu, sekarang hampir Rp 5 ribu per kg," kata Wardoyo, di Pasar Legi, Solo, Selasa (25/7/2017).

Hal serupa dirasakan pemilik toko garam lainnya, Vincent. Selain harga garam kasar yang melonjak hingga Rp 5 ribu per kg, harga garam dapur juga ikut melonjak.

"Garam dapur satu pack isi 20 kotak sebelumnya dijual Rp 10 ribu, sekarang naik jadi Rp 22 ribu. Merek lain, ada yang Rp 13 ribu jadi Rp 18 ribu per pack," ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan terjadi sejak setelah lebaran 2017. Kondisi cuaca yang buruk sejak awal tahun menjadi penyebab utama kelangkaan garam di pasar.

"Kalau sekarang baru mau impor, saya kira pemerintah telat banget. Harusnya sejak awal sebelum garam benar-benar habis. Sekarang stok sudah mulai datang, tapi kalau sudah terlanjur naik, turunnya susah," tandasnya. (bgs/bgs)