Aplikasi bisa diunduh di Play Store. Penggunaannya cukup mudah yaitu install dan ikuti petunjuk yang ada termasuk proses pendaftaran. Setelah itu pilih buku dan klik tombol pinjam kemudian unduh.
Buku yang dipinjam tidak bisa disimpan ke disk penyimpanan melainkan langsung dibaca di gadget tanpa bisa diedit atau diprint out. Maksimal peminjaman yaitu 3 buku dan bisa kembali meminjam jika sudah dikembalikan.
"Ini meningkatkan minat baca dan kita berikan secara cuma-cuma. Tinggal daftar dan silahkan baca," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat peluncuran iJateng di Perpustakaan Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Selasa (18/7/2017) siang.
Saat ini koleksi buku sekitar 26 ribu buku yang bisa dibaca. Ganjar menjelaskan, koleksi akan terus bertambah dan Pemerintah Kota atau Kabupaten juga bisa ikut andil menambahk koleksi termasuk untuk mempromosikan daerahnya masing-masing.
"Ini mungkin tidak hanya warga Jateng saja yang bisa mengakses. Jadi dari Jawa Tengah untuk Indonesia," pungkasnya.
Koleksi yang dimiliki dan dishare di aplikasi tersebut akan disortir agar tidak ada buku yang isinya menyalahi aturan. Ganjar berharap nantinya ada tim sendiri yang bisa memilah buku yang layak.
"Buatkan tim, jadi buku yang diupload betul, tidak bermasalah. Sehingga kita tidak tersesat," tegas Ganjar.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, M Masrofi mengatakan pembuatan aplikasi tersebut merupakan kerjasama dengan PT Woolu Aksara Maya. Meski bisa diakses oleh banyak orang, namun jumlah pembaca setiap buku sesuai dengan jumlah buku yang disediakan.
"Jadi kalau kita punya 10 buku (dengan judul yang sama), maka peminjam ke 11 harus antre dulu sampai ada yang dikembalikan," terang Masrofi.
Jika ada peminjam yang tidak segera mengembalikan, nantinya secara otomatis buku akan tersedia setelah 7 hari karena kembali dengan sendirinya.
"Maksimal seminggu, kalau sudah seminggu nanti akan kembali sendiri," tandasnya.
(alg/bgs)











































