Iran Serang Kuwait, Gedung Perusahaan China Rusak-1 Orang Tewas

Iran Serang Kuwait, Gedung Perusahaan China Rusak-1 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jul 2026 17:27 WIB
Ilustrasi rudal Iran (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Ilustrasi rudal Iran (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Jakarta -

Iran kembali melancarkan serangan ke Kuwait. Serangan terbaru Iran pada hari Kamis (30/7) pagi tersebut menghantam sebuah gedung milik perusahaan China di Kuwait utara, menewaskan seorang pekerja.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan bahwa serangan rudal Iran itu menimbulkan kerusakan signifikan pada gedung tersebut.

"Agresi keji Iran menargetkan sebuah gedung milik perusahaan China di bagian utara negara, mengakibatkan kematian seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan material yang parah pada bangunan tersebut," demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Kuwait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak berwenang terkait segera mulai mengambil tindakan yang diperlukan dan menanggapi insiden tersebut dalam koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait," imbuh pernyataan kementerian tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP dan Anadolu Agency, Kamis (30/7/2026).

Angkatan bersenjata Kuwait menegaskan kembali komitmen mereka untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negara, dalam koordinasi dengan pihak berwenang terkait, untuk memastikan keselamatan warga negara dan penduduk.

Kuwait termasuk di antara beberapa negara Teluk bersama Yordania yang telah menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran sejak awal perang Timur Tengah.

Konflik kembali memanas pada Rabu (29/7) ketika militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran. Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Serangan AS tersebut menewaskan tiga orang sekeluarga, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di pulau Qeshm, Iran, lapor kantor berita Iran, Fars, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

"Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, seraya menambahkan bahwa dua anak lainnya terluka.

Sebelumnya, militer AS mengatakan pada hari Selasa (28/7) waktu setempat bahwa mereka mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran ke arah pasukan AS di Yordania. Otoritas Iran kemudian mengkonfirmasi telah meluncurkan rudal-rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania.

Presiden Donald Trump mengatakan setelah rudal-rudal Iran tersebut dicegat, bahwa pasukan AS akan membalas. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.

Komando Pusat AS atau CENTCOM menggambarkan serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

CENTCOM mengatakan serangan Amerika itu dimulai pukul 8 malam ET pada hari Rabu (0000 GMT pada hari Kamis) dan berakhir pukul 10 malam. ET (0200 GMT pada hari Kamis).

"CENTCOM menyerang puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Simak Video 'Milisi Pro-Iran Ancam Balas AS dan Arab Saudi Usai Serangan Mematikan':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini