Yayasan: Sekolah Ngungsi Kegiatan Eks Guru, bukan Sekolah Bhinneka

Usman Hadi - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 11:46 WIB
Kegiatan belajar para siswa Sekolah Bhinneka di Ndalem Notoprajan. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Pengawas Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, Bambang Siswanto, mengatakan aktivitas belajar-mengajar di Ndalem Notoprajan bukan bagian dari sekolah Bhinneka Yogya. Bambang menyebut itu sebagai kegiatan pribadi para mantan guru di sekolahnya.

"Di internal yayasan tidak ada masalah. Mereka (aktivitas belajar di Ndalem Notoprajan) mungkin mau mendirikan sekolah sendiri. Kalau Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta ya tetap satu di Poncowinatan (Jalan Kranggan)," ujar Bambang kepada detikcom, Senin (17/7/2017).

Dia juga menampik anggapan ada masalah internal di Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogya. Dia menyebut para guru yang mengajar di Ndalem Notoprajan disebutnya bukan lagi bagian dari yayasan.

Bambang menyebut para guru yang mengadakan sekolah pengungsian di Ndalem Notoprajan itu sebagai para eks pengajar di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta yang tidak memperpanjang kontrak sehingga sudah bukan bagian dari sekolah tersebut.

Baca juga: Dampak Konflik Internal, Para Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi


Meskipun kukuh beranggapan Sekolah Bhinneka Yogya hanya satu, namun Bambang tak mempermasalahkan adanya aktivitas belajar-mengajar di Ndalem Notoprajan. Meskipun demikian dia meminta agar kegiatan di Notoprajan itu tidak mengatasnamakan sebagai Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogya.

"Seumpama mereka mau mendirikan sekolah baru ya silakan, cuma tidak usah pakai Bhineka. Mau mengajar di mana dan membawa murid semua, ya silakan. Persoalan ini sudah kami tembuskan ke dinas. Nanti yang resmi mana, biar dinas yang memutuskan," tegas dia.

Bambang juga mengklaim gedung sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogya hari ini tetap buka buat para murid. Namu diakuinya, hari ini hanya sebagian murid saja yang datang ke gedung sekolah.

"Tadi kami menerima 3 siswa, 2 siswa SMA dan 1 siswa SMP. Yang siswa SD tidak ada yang hadir," ucapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 64 siswa SD dan SMP Bhinneka Tunggal Ika Yogya melangsungkan aktivitas belajar di Ndalem Notoprajan. Sebagai damoak persoalan internal yayasan, orang tua siswa dan para guru yang dipecat yayasan memindahkan kegiatan belajar di Ndalem Notoprajan. (mbr/mbr)