DetikNews
Kamis 15 Juni 2017, 22:42 WIB

Disdikbud Jateng akan Ambil Kebijakan untuk SMAN 1 Kota Magelang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Disdikbud Jateng akan Ambil Kebijakan untuk SMAN 1 Kota Magelang Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Semarang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah akan mengambil kebijakan untuk mengisi kekosongan jumlah siswa yang diterima di SMAN 1 Kota Magelang. Kasus yang terjadi di SMA tersebut bukan akibat dari Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2017 tentang PPDB SMA/SMK.

Hingga batas akhir pendaftaran daya tampung di SMA Negeri 1 Kota Magelang belum memenuhi 50 persen. Hal itu disebabkan bukan karena kuota siswa miskin atau tidak mampu. Namun ada kemungkinan akibat sistem rayonisasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo mengatakan Pergub tersebut merupakan turunan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB.

"Formatnya jelas. Pergub itu turunan dari Permendikbud kemudian ada Juknis," kata Gatot kepada detikcom, Kamis (15/6/2017) malam.

Dari keterangan SMA N 1 Magelang, dari daya tampung 300 siswa, yang menggunakan kuota untuk siswa miskin sudah 68 anak atau lebih dari 20%.

Menurut Gatot hal itu tidak masalah karena dalam Permendikbud nomor 17 tahun 2017 pasal 16 maupun pergub disebutkan minimal 20% dan artinya boleh lebih banyak.

"Tapi di Pasal 16 ayat (3) (Permendikbud) disebutkan, apabila peserta didik memperoleh SKTM (surat keterangan tidak mampu) dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan perolehannya, akan dikenakan sanksi pengeluaran dari sekolah," terang Gatot.

Meski demikian, lanjut Gatot, tidak kemudian menyalahkan Permendikbud tersebut. Sebab yang terjadi di SMA N 1 Kota Magelang berkaitan dengam rayonisasi. Dijelaskan dalam satu rayon diberikan kuota 50%, kemudian dalam Kota/Kabupaten diberikan kuota 40%, luar Kota/Kabupaten 7%, dan luar provinsi 3%.

"Jadi bukan karena kuota siswa miskin 20%. Kemungkinan dipengaruhi oleh rayonisasi," jelasnya.

Terkait masih adanya daya tampung yang kosong di SMA N 1 Magelang, Gatot menjelaskan pihaknya akan mengambil kebijakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Sejak pagi hingga malam Disdikbud Jateng sudah menggelar rapat terkait pelaksanaan PPDB.

"Akan ada kebijakan nantinya," kata Gatot.

Selain itu Gatot juga menjelaskan, PPDB online SMA/SMK sederajat yang dilakukan serentak di 35 Kabupaten/Kota se-Jateng berjalan lancar tanpa ada gangguan teknis.

"Baru tahun ini dilakukan online serentak dan ditangani Pemprov. Lancar tidak ada macet-macet. Nanti kita lihat sistemnya bagaimana agar tidak terulang 'pernik-pernik' yang terjadi dalam PPDB ini," pungkas Gatot.
(alg/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed